Saat Terpenting Dalam Hidup
Markas Cetar - sebuah tulisan hati untuk seseorang yang sedang menjalani Saat Terpenting Dalam Hidup semoga berbahagia.
Saat Terpenting Dalam Hidup
Dalam hidup kita pasti memiliki beberapa saat-saat terpenting, sayangnya terkadang kita tidak ditakdirkan menjadi salah satu saksinya dari peristiwa tersebut.
Kita hanya seolah diberitahu tapi tidak dapat menyelami suasana yang ada disaat terpenting tersebut.
Mungkin rasanya akan begitu indah jika langsung berada pada situasi itu.
Aroma kebahagiaan yang begitu menyengat, menyentuh setiap jiwa yang hadir. Menjadi saksi bisu sebuah ritual suci.
Maaf kawan. Entah aku masih pantas kau panggil kawan atau tidak. Tapi harusnya ada sebuah pengecualian untuk itu.
Sekarang mungkin aku hanya menunggu, sisaan dari kebahagiaan itu. Menunggu sebuah benda yang mati yang menjadi saksi.
Apa aku menyesal? Tentu. Mengapa aku justru harus terkurung dalam dunia yang sebetulnya tidak kuinginkan? Akan banyak kedepannya saat-saat penting seperti saat ini yang terlewatkan.
Kau tau? Hal yang tak pernah bisa dibeli dengan apapun selain kebahagian? Itu waktu.
Aku lelah...
Jangan marah atas keadaan jika hal itu terjadi. Percayalah akan ada pelangi setelah badai yang dashyat. Meskipun kata-kata tersebut terkesan sebagai obat penenang, setidaknya aku sedikit lebih baik.
Begitu sulit rasanya menerima kenyataan. Sedikit tersenyum mungkin dapat mengobati sakitnya. Tapi itu tak cukup.
Lalu bagaimana sekarang? Bagaimana jika kita mencoba mencari kambing hitam atas semua yang terjadi? Sudah kucoba justru tidak memperbaiki keadaan.
Menyalahkan seseorang atas takdir yang kita alami itu tidak baik, terlebih jatuhnya menjadi dendam.
Namun sekedar mengingatkan kembali, jangan salah mengusik orang. Nanti udah kejadian, minta maaf udah telat.
Jika diulas kembali sebenarnya aku juga sepertinya bukan orang yang diharapkan, entah itu hanya perasaanku atau memang kenyataannya seperti itu.
Aku cukup kecewa pada diriku, dan padanya juga. Tapi biarlah.
"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit berharap kepada manusia."
Kadang kata pengakuan itu pentng, tapi jangan mengaku-ngaku.
Ada yang kau anggap teman, belum tentu kau mendapatkan perlakuan yang setimpal.
Ada yang kau anggap keluarga tanpa ikatan darah, tapi dia datang sekadar jika ia butuh kepadamu. Yang kau sayangi belum tentu membalasnya.
Begitulah kehidupan banyak sandiwara dan begitu pelik. Untungnya kita tidak seperti itu bukan?
Maaf.... Saat Terpenting Dalam Hidup aku tak bisa datang kawan. Bukan biarkan kali ini aku menyebutkanmu adikku. Meskipun kau saat ini statusmu sudah melebihi diriku.
Kau tetap adik kecil yang ingin ku jaga selalu, berbahagialah dengan dia yang mencintaimu dan yang akan menjagamu saat rambutmu memutih kelak.
Saat ini kau tak perlu khawatir ada orang hebat disebelahmu yang dapat pula kau panggil dia kakak. Dia juga orang yang begitu mengasihimu.
Untuk orang yang kini akan menjadi teman tidurmu. Berbaiklah kepada adiku, pahami jika ia keras kepala, dukung dia dalam keadaan tersulit. Karena manis dan pahitnya hidup kedepannya kalian yang akan menjalaninya kelak.
Kaupun harus melakukan hal yang sama adik. Jangan mengecewakannya, jangan melukai hati dari wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakmu. Karena jika hati yang terluka dia membekas dan tak menghilang. Terlebih jangan tinggalkan yang setia demi yang mempesona.
Selamat menempuh hidup yang baru, kuharap kalian berbahagia disana dan segalanya acara yang direncanakan, berjalan lancar diiringgi izin dari Tuhan.
Jangan khawatir disini aku berdoa dan menitipkan pesan untuk Tuhan, dan nanti ketika kita dapat berkumpul kembali aku ingin melihat cetakan gambar yang berisikan kalian keluarga kecilku. Itu sebuah harapan dan juga kebahagiaan.
Kelvin Junior,
22-07-2018
Baca juga Curhatan :
Saat Terpenting Dalam Hidup

Saat Terpenting Dalam Hidup
Dalam hidup kita pasti memiliki beberapa saat-saat terpenting, sayangnya terkadang kita tidak ditakdirkan menjadi salah satu saksinya dari peristiwa tersebut.
Kita hanya seolah diberitahu tapi tidak dapat menyelami suasana yang ada disaat terpenting tersebut.
Mungkin rasanya akan begitu indah jika langsung berada pada situasi itu.
Aroma kebahagiaan yang begitu menyengat, menyentuh setiap jiwa yang hadir. Menjadi saksi bisu sebuah ritual suci.
Maaf kawan. Entah aku masih pantas kau panggil kawan atau tidak. Tapi harusnya ada sebuah pengecualian untuk itu.
Sekarang mungkin aku hanya menunggu, sisaan dari kebahagiaan itu. Menunggu sebuah benda yang mati yang menjadi saksi.
Apa aku menyesal? Tentu. Mengapa aku justru harus terkurung dalam dunia yang sebetulnya tidak kuinginkan? Akan banyak kedepannya saat-saat penting seperti saat ini yang terlewatkan.
Kau tau? Hal yang tak pernah bisa dibeli dengan apapun selain kebahagian? Itu waktu.
Aku lelah...
Jangan marah atas keadaan jika hal itu terjadi. Percayalah akan ada pelangi setelah badai yang dashyat. Meskipun kata-kata tersebut terkesan sebagai obat penenang, setidaknya aku sedikit lebih baik.
Begitu sulit rasanya menerima kenyataan. Sedikit tersenyum mungkin dapat mengobati sakitnya. Tapi itu tak cukup.
Lalu bagaimana sekarang? Bagaimana jika kita mencoba mencari kambing hitam atas semua yang terjadi? Sudah kucoba justru tidak memperbaiki keadaan.
Menyalahkan seseorang atas takdir yang kita alami itu tidak baik, terlebih jatuhnya menjadi dendam.
Namun sekedar mengingatkan kembali, jangan salah mengusik orang. Nanti udah kejadian, minta maaf udah telat.
Aku cukup kecewa pada diriku, dan padanya juga. Tapi biarlah.
"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit berharap kepada manusia."
Kadang kata pengakuan itu pentng, tapi jangan mengaku-ngaku.
Ada yang kau anggap teman, belum tentu kau mendapatkan perlakuan yang setimpal.
Ada yang kau anggap keluarga tanpa ikatan darah, tapi dia datang sekadar jika ia butuh kepadamu. Yang kau sayangi belum tentu membalasnya.
Begitulah kehidupan banyak sandiwara dan begitu pelik. Untungnya kita tidak seperti itu bukan?
Maaf.... Saat Terpenting Dalam Hidup aku tak bisa datang kawan. Bukan biarkan kali ini aku menyebutkanmu adikku. Meskipun kau saat ini statusmu sudah melebihi diriku.
Kau tetap adik kecil yang ingin ku jaga selalu, berbahagialah dengan dia yang mencintaimu dan yang akan menjagamu saat rambutmu memutih kelak.
Saat ini kau tak perlu khawatir ada orang hebat disebelahmu yang dapat pula kau panggil dia kakak. Dia juga orang yang begitu mengasihimu.
Untuk orang yang kini akan menjadi teman tidurmu. Berbaiklah kepada adiku, pahami jika ia keras kepala, dukung dia dalam keadaan tersulit. Karena manis dan pahitnya hidup kedepannya kalian yang akan menjalaninya kelak.
Kaupun harus melakukan hal yang sama adik. Jangan mengecewakannya, jangan melukai hati dari wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakmu. Karena jika hati yang terluka dia membekas dan tak menghilang. Terlebih jangan tinggalkan yang setia demi yang mempesona.
Selamat menempuh hidup yang baru, kuharap kalian berbahagia disana dan segalanya acara yang direncanakan, berjalan lancar diiringgi izin dari Tuhan.
Jangan khawatir disini aku berdoa dan menitipkan pesan untuk Tuhan, dan nanti ketika kita dapat berkumpul kembali aku ingin melihat cetakan gambar yang berisikan kalian keluarga kecilku. Itu sebuah harapan dan juga kebahagiaan.
Kelvin Junior,
22-07-2018
Baca juga Curhatan :


👍🏻👍🏻👍🏻
ReplyDeleteHehe..
ReplyDelete