Ads

Serupa Tapi Tak Sama

Markas Cetar - Serupa Tapi Tak Sama ini adalah sebuah tulisan yang dibuat ketika malam tiba dan terkenang sebuah sosok lama yang tak ingin diingat namun datang dari orang lain.

Serupa Tapi Tak Sam
Serupa Tapi Tak Sama
Serupa Tapi Tak Sama

Kau tau malam ini sedikit berbeda, jantungku berdetak begitu tak berirama seiring kupejamkan mata semakin tak karuan.

Herannya aku justru binggung, apa gerangan arti dari cepatanya detak jantung ini.

"Cinta? kurasa bukan, aku bukan orang yang mudah menaruh hati."

Tapi darinya aku mengingat seseorang, apa aku terbawa suasana hati yang sedang diterpa badainya lara? Entah aku binggung.

"Bagaimana rasanya? Senang atau kau justru semakin terluka?"

Tak sanggup ku jawab, tapi  detak ini tak mau beirama seperti biasanya.

Boleh kah aku bertanya? Apa benar kita selalu memiliki kembaran sosok diri kita sendiri dalam kehidupan ini? siapapun jawablah jika kalian tahu.

Lalu hati mengapa kau tak seperti biasanya? Ada apa dengan dia? Kau salah bukan dia orangnya.

Tak pantas waktu  tidurku terbuang untuk hal sekonyol ini, memikirkan dan mengigat kembali hal yang sudah berlalu.

Jujur aku takut menatapnya. Kurasa ada yang begitu menusuk dihati. Sakit tapi lebih baik dari pada sakit kemarin.

Saat itu juga sempat padangan kita berjumpa, meski sesaat. Namun waktu seperti berhenti.

Dan aku mulai mengingat kembali bagaimana lugunya wajahnya, wajah yang dulu bisa membuat hati ini terkecoh dan mencoba ingin belajar bagaimana dunianya.

"Mengapa kau terkecoh? wahai hati. Itu Serupa tapi tak sama."

Ku coba menepis semua ini, dan ku harap ini hanya sebuah mimpi dan bukan kenyataan.

Serupa tapi tak sama, mirip paras lain hati.

Setidaknya ada sebuah rindu yang terobati, meskipun tak lama berselang aku mengingat kembali bekas yang tergoreskan.

Aku bersyukur saat ini bukan dia tapi orang lain yang hadir, jika dengannya langsung takutnya aku justru belum mampu.

Pastinya aku memilih pergi dari bangku makanan ketimbang, makan bersama dan mencuri pandang. Mengharap kau cintaku yang dulu.

"Sudah kukatakan, bukan dia. Mengapa kau begitu menganggu? Ayolah hati berdamailah!"

Tapi aku percaya sebagaimanapun rupanya dibuat sama, untuk perasaan tak'an pernah sama. Karena cinta tau kemana dia harus pulang.

Hatiku tau mana yang asli dan mana yang bukan. Gejolak amarah juga tak bisa kupungkiri, rindu bercampur aduk dengan sakit.

Tapi bolehkah aku memohon kali ini saja? Semesta untuk kali ini berhentilah bercanda denganku. Datanglah lain waktu dan kumohon jangan menyangkut perasaan lagi. Karena soal hati aku bersungguh.

Aku tak mau bermain dengan sesuatu yang tak bisa dilihat namun dapat dirasa, yang dapat membuat orang lemas dalam hitungan detik. Ini lebih bahaya dari pada racun.

Ada rasa bahagia, ada rasa kecewa. Tapi kumohon cepat pergi, karena bukan tempatnya kau disini.

Untukmu terimakasih, setidaknya hadirnya dirimu ada luka yang sedikit membaik. Mengingatkan pada sesuatu yang begitu manis dan kurindukan sampai saat ini. Meskipun kenyatan tak berbanding lurus.

Hadirmu juga membuat aku menyadari akan satu hal. Sejauh apapun aku pergi jika masih namamu yang menjadi tuannya, aku bisa apa?

Aku tak ingin menjadi orang terbodoh di dunia ini yang mencoba membohongi diri sendiri, maka biarkan sekali lagi aku ucapkan Terima Kasih.

Kelvin Junior.
21-07-2018

Baca juga Curhatan :

No comments

Powered by Blogger.