Pesan Untuk Tuhan
Markas Cetar - Pesan Untuk Tuhan hadir kali ini menemani pembaca semoga karya ini lebih baik dari sebelumnya maafkan gaya bahasa yang kurang baik.
Setiap saat mungkin ada ribuan doa yang masuk ke dalam sebuah wadah yang dibuat Tuhan, Jika boleh aku berimajinasi. Mungkin doa ini mirip sebuah email yang masuh ke dalam inbox Tuhan.
Meskipun terkadang ada yang terselip hingga masuk ke dalam folder spam, aku percaya Tuhan akan membacanya cepat atau lambat. Karena sejatinya dia tak melupakan kita.
Kita lah yang mengirimkan email-email tersebut dengan berbagai harapan, keluhan, bahkan isinya mungkin tidak terlalu penting.
Akupun sama, tak berbeda dengan yang lain. Yang selalu datang kepada Tuhan setiap malamnya dan mencoba bersyukur kepada Tuhan.
Tapi sempat terlintas dalam hati "Bagaimana jika doaku hanya masuk ke dalam folder spam? Inbox aja belum tentu dibaca. Bukankah yang berharapan dan berdoa didunia ini juga banyak?".
Setidaknya aku mencoba bukan? Selayaknya seorang anak, Bapaknya tidak akan pernah tau kebutuhan anaknya jika sang anak tak pernah memberitahukannya.
Katanya hanya ada 3 cara Tuhan menjawab doamu, pertama belum, kedua nanti , dan yang terakhir tidak.
"Belum saatnya hambaku, kau akan congkak jika mendapatkan ini terlalu cepat."
Bagaimana dengan nanti?
"Nanti, aku ingin kau belajar menghargai terlebih dahulu agar tidak kau sia-siakan ketika sudah kuberikan."
Lalu kenapa tidak?
"Itu bukan yang Terbaik, percayalah Rancangan-Ku. Akulah Maha-Nya Tahu, kadang aku mengambil sesuatu darimu justru memberikanmu yang terbaik."
Pernah berpikir kenapa Tuhan menolak sesuatu yang kita minta? Kata seorang calon pedeta seperti ini
"Lu minta sama Tuhan lu mau jadi orang sukses, dengan lu jual narkoba. Dan lu minta-Nya lindungi aku supaya aku ga ketangkep, segala macem menurut lu Tuhan jawab apa? Mikir aja!! "
Ya dia benar. Ingat ini?
Lantas apa dengan bagaimana cara agar harapan tercapai? Itupun aku sulit mengerti. Hanya kupercaya pada setiap yang kudoakan.
"Tetapi carilah dahulu kerajan Allah dan kebenaran-Nya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu."
Kita diminta olehnya untuk mengerti terlebih dahulu bagaimana cara menuju kepadanya, lalu semuanya akan diberikan mungkin melebih apa yang kita minta.
Bahkan dia mengatakan bahwa, dia bisa menjadi tempat terbaik dalam setiap masalahmu. Dalam Segala pergumulan tetap dia merangkulmu agar tidak menopang beban tersebut sendirian.
"Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan."
Tuhan tak pernah memberikan sebuah cobaan melebihi kekuatan dari umatnya. Dan harusnya kita tau kita ciptaannya yang kuat.
Semua beban kita dapat kita bagi dengannya, semua persoalan pribadi dapat kita ceritakan tanpa harus takut diketahui orang lain. Hanya dia yang Maha Esa.
Juga dengan kau mendoakan seseorang dengan tulus dan benar, aku percaya segalanya yang tidak mustahil akan menjadi kenyataan.
Mungkin telah ribuan kali aku menaruh harap pada-Mu hingga akhirnya sadar. Aku hanya segumpal daging berdosa yang tak puas jika semua keinginanku tak terpenuhi. Sialnya aku mengutuk kau Tuhan Allahku.
Lebih tepatnya aku menjadikanmu tersangka atas semua yang terjadi padaku, padahal kau allah yang mengerti, kau pencipta yang baik, dan kau tempat mengadu terbaik.
Ketika aku gagal, kemana aku harus marah? padamu Tuhan. Ketika hatiku terluka siapa aku salahkan? Engkau juga Tuhan. Ketika dan ketika lainya yang ada hanya engkau yang menjadi sasaran empuk.
Padahal aku sadar, ketika aku senang berpikir ada campur tangannya dalam kebahagiannya saja tidak.
Sedih aku mengutuk, Senang aku lupa engkau.
Mungkin jika kau marah, itu akan melebih amarahku. Tapi aku berharap itu tidak pernah terjadi, karena disentil Tuhan saja kurasa hidup kita akan berantakan.
Maaf Tuhan, aku mengerti sekarang. Maafkan aku sebagai ciptaanmu yang sering menyalahkanmu ketimbang bersyukur atau yang kau berikan.
Doa terjawab atau tidak itu tergantung bagaimana kau mengimani hal tersebut.
Untuk saat ini aku adalah contoh dari harapan yang sudah kau kabulkan, meskipun belum semua tapi setidaknya hal terpenting ini sudah bisa teratasi. Tapi lihatlah aku masih belum puas. Itu manusiawi.
Kau mengiriman berbagai keluarga tanpa ikatan darah yang baik, sebenarnya itu sudah cukup Tuhan. Tapi aku yang tak tau diri akan bersyukur.
"Jika kita masih ingat Tuhan, itu sudah baik. Percaya aja Tuhan hargai itu meskipun ingetnya pas lagi susah"
Aku percaya Tuhan memiliki caranya, cara bagaimana membuat bagaimana kita tersenyum, maupun menangis.
Tuhan bukan pendendam percayalah, dia hanya cemburu ketika kau meninggalkannya dan tak pernah bersyukur atas pemberiannya.
Terlebih kita tidak harus mendendam, lupakan, maafkan. Manusiawi jika tak bisa, tapi cobalah yang terbaik begitu juga kata seseorang kepadaku.
Untuk itu pesan untuk Tuhan, ku buat agar apa? Agar aku ingat bahwa dia pernah menjawab doaku, meskipun aku hanya memintanya dalam doa yang waktunya kurang dari 1 menit.
Cepat? Itulah Mukjizat-Nya
Kelvin Junior,
17-07-2018
Baca juga Curhatan :
Catatan Untuk Tuhan
![]() |
| Pesan Untuk Tuhan |
Meskipun terkadang ada yang terselip hingga masuk ke dalam folder spam, aku percaya Tuhan akan membacanya cepat atau lambat. Karena sejatinya dia tak melupakan kita.
Kita lah yang mengirimkan email-email tersebut dengan berbagai harapan, keluhan, bahkan isinya mungkin tidak terlalu penting.
Akupun sama, tak berbeda dengan yang lain. Yang selalu datang kepada Tuhan setiap malamnya dan mencoba bersyukur kepada Tuhan.
Tapi sempat terlintas dalam hati "Bagaimana jika doaku hanya masuk ke dalam folder spam? Inbox aja belum tentu dibaca. Bukankah yang berharapan dan berdoa didunia ini juga banyak?".
Setidaknya aku mencoba bukan? Selayaknya seorang anak, Bapaknya tidak akan pernah tau kebutuhan anaknya jika sang anak tak pernah memberitahukannya.
Katanya hanya ada 3 cara Tuhan menjawab doamu, pertama belum, kedua nanti , dan yang terakhir tidak.
"Belum saatnya hambaku, kau akan congkak jika mendapatkan ini terlalu cepat."
Bagaimana dengan nanti?
"Nanti, aku ingin kau belajar menghargai terlebih dahulu agar tidak kau sia-siakan ketika sudah kuberikan."
Lalu kenapa tidak?
"Itu bukan yang Terbaik, percayalah Rancangan-Ku. Akulah Maha-Nya Tahu, kadang aku mengambil sesuatu darimu justru memberikanmu yang terbaik."
Pernah berpikir kenapa Tuhan menolak sesuatu yang kita minta? Kata seorang calon pedeta seperti ini
"Lu minta sama Tuhan lu mau jadi orang sukses, dengan lu jual narkoba. Dan lu minta-Nya lindungi aku supaya aku ga ketangkep, segala macem menurut lu Tuhan jawab apa? Mikir aja!! "
Ya dia benar. Ingat ini?
Lantas apa dengan bagaimana cara agar harapan tercapai? Itupun aku sulit mengerti. Hanya kupercaya pada setiap yang kudoakan.
"Tetapi carilah dahulu kerajan Allah dan kebenaran-Nya, maka semua itu akan ditambahkan kepadamu."
Kita diminta olehnya untuk mengerti terlebih dahulu bagaimana cara menuju kepadanya, lalu semuanya akan diberikan mungkin melebih apa yang kita minta.
Bahkan dia mengatakan bahwa, dia bisa menjadi tempat terbaik dalam setiap masalahmu. Dalam Segala pergumulan tetap dia merangkulmu agar tidak menopang beban tersebut sendirian.
"Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan."
Tuhan tak pernah memberikan sebuah cobaan melebihi kekuatan dari umatnya. Dan harusnya kita tau kita ciptaannya yang kuat.
Semua beban kita dapat kita bagi dengannya, semua persoalan pribadi dapat kita ceritakan tanpa harus takut diketahui orang lain. Hanya dia yang Maha Esa.
Juga dengan kau mendoakan seseorang dengan tulus dan benar, aku percaya segalanya yang tidak mustahil akan menjadi kenyataan.
Mungkin telah ribuan kali aku menaruh harap pada-Mu hingga akhirnya sadar. Aku hanya segumpal daging berdosa yang tak puas jika semua keinginanku tak terpenuhi. Sialnya aku mengutuk kau Tuhan Allahku.
Lebih tepatnya aku menjadikanmu tersangka atas semua yang terjadi padaku, padahal kau allah yang mengerti, kau pencipta yang baik, dan kau tempat mengadu terbaik.
Ketika aku gagal, kemana aku harus marah? padamu Tuhan. Ketika hatiku terluka siapa aku salahkan? Engkau juga Tuhan. Ketika dan ketika lainya yang ada hanya engkau yang menjadi sasaran empuk.
Padahal aku sadar, ketika aku senang berpikir ada campur tangannya dalam kebahagiannya saja tidak.
Sedih aku mengutuk, Senang aku lupa engkau.
Mungkin jika kau marah, itu akan melebih amarahku. Tapi aku berharap itu tidak pernah terjadi, karena disentil Tuhan saja kurasa hidup kita akan berantakan.
Maaf Tuhan, aku mengerti sekarang. Maafkan aku sebagai ciptaanmu yang sering menyalahkanmu ketimbang bersyukur atau yang kau berikan.
Doa terjawab atau tidak itu tergantung bagaimana kau mengimani hal tersebut.
Untuk saat ini aku adalah contoh dari harapan yang sudah kau kabulkan, meskipun belum semua tapi setidaknya hal terpenting ini sudah bisa teratasi. Tapi lihatlah aku masih belum puas. Itu manusiawi.
Kau mengiriman berbagai keluarga tanpa ikatan darah yang baik, sebenarnya itu sudah cukup Tuhan. Tapi aku yang tak tau diri akan bersyukur.
"Jika kita masih ingat Tuhan, itu sudah baik. Percaya aja Tuhan hargai itu meskipun ingetnya pas lagi susah"
Aku percaya Tuhan memiliki caranya, cara bagaimana membuat bagaimana kita tersenyum, maupun menangis.
Tuhan bukan pendendam percayalah, dia hanya cemburu ketika kau meninggalkannya dan tak pernah bersyukur atas pemberiannya.
Terlebih kita tidak harus mendendam, lupakan, maafkan. Manusiawi jika tak bisa, tapi cobalah yang terbaik begitu juga kata seseorang kepadaku.
Untuk itu pesan untuk Tuhan, ku buat agar apa? Agar aku ingat bahwa dia pernah menjawab doaku, meskipun aku hanya memintanya dalam doa yang waktunya kurang dari 1 menit.
Cepat? Itulah Mukjizat-Nya
Kelvin Junior,
17-07-2018
Baca juga Curhatan :



Post a Comment