Sebuah Janji Tuhan
Markas Cetar - membagikan sebuah artikel Sebuah Janji Tuhan untuk menyadarkan bahwasannya tiada yang tak mungkin dia.
Sebuah Janji Tuhan
Satu hal yang perlu kita ketahui tetang sebuah rasa sakit, akan ada sebuah pelajaran penting dalam hidup. Yang pastinya hanya tokoh utama cerita itu sendiri yang dapat merasakan apa hikmahnya.
Dalam sebuah kotbah pendeta dikatakannya, jika kau seseorang yang setia namun mendapatkan sebuah balasan pengkhianatan, percayalah tuhan tak pernah mengambil sesuatu yang baik jika tidak digantikan oleh yang terbaik. Dan pastinya dia sedang mengirimkan penyembuh luka hanya saja mungkin dalam perjalanan.
Siapa didunia ini yang akan percaya perkataan biji mata tuhan tersebut jika sedang dilanda lara? Meskipun percaya, aku yakin itu hanya sebuah tameng agar terlihat lebih kuat dan tegar menerima kenyataan yang pahit.
Hebatnya pernyataan itu terjadi, siapa sangka setelah dasyatnya badai yang tengah mengamuk ada juga sebuah hikmah yang dapat dipetik.
Tuhan tak pernah mengatakan dalam hidup kita akan hanya melewai jalan yang baik, tapi dia mengatakan sebagaimana buruknya lajur yang kau tempuh aku selalu memberikan kekuatan.
Seperti kasih yang tuhan berikan kepada kita anaknya, kita hanya dapat merasakanya tanpa melihatnya. Terasa sangat terjaga tanpa ada seseorang pun yang menjadi penjaga.
Entah akupun binggung menjelaskannya, tapi semua itu nyata.
Bolehkah aku membahas semua ini menggunakan ayat suci? Boleh tertawa, aku mengerti. Aku hanya hambanya yang selalu mengadu jika dalam kesedihan dan juga melupa saat dalam bahagia. Tak mengapa aku akui.
Tapi jika dia menunjukan apa yang sudah pernah ia janjikan masihkah aku tidak boleh mengatakan bahwa ia memang menujukan kebesaranya?
Saat itu hatiku dipatahkan seolah aku tak tau lagi untuk apa aku masih menginjak bumi, bukankah orang yang dapat ku percaya dan kucintai satu-satunya sudah pergi entah kemana rimbanya? Mungkin puluhan karya dari hati yang patah sudah tercipta, segala keluh kesah terpampang jelas.
Rasanya siapapun saat itu siap menjadi sasaran empuk kekecewaaan, aku katakan aku belum bisa bangkit dari lubang sakit ini. Segalanya perih menyayat setiap bagian dari hati, pedih, benci, kecewa semua berkumpul bersama membuat sebuah kudeta untuk hati.
Meskipun sulit perlahan aku menerima dan mencoba menjadikan ini sebuah pengalaman hidup, sekedar pelajaran yang nantinya akan berguna untuk kedepannya.
Dari sebuah pembelajaran, pengalamanlah yang paling berharga. Tak jarang juga kita harus mengorbankan segalanya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam.
Jika ada yang bertanya dari mana aku tau? Coba rasakan indahnya sebuah pengkhinatan, nikmatnya ditinggalkan, kecup rasanya begitu mencintai namun status sudah menjadi masa lalu. Setelah itu kembalilah padaku dan beri aku hasil dari semua yang kau dapatkan.
Dulu aku masih terlalu dini mengerti akan kenyataan, mempercayai "Cinta dapat menyatukan segalanya" Hal bodoh yang pernah aku lakukan. Tak sesal, justru sebuah pembelajaran. Membangun rumah tak mencampurkan semen dan pasir berharap menjadi sebuah pondasi yang kuat? Mustahil.
Cinta butuh pembuktian, bukan hanya bualan. Pantaskan dirimu sejak awal, agar nanti kau tidak kalah dengan yang memiliki material. Dan jika kau takut cintamu menjadi sebuah ironi, pupuk dan rawatlah dengan rohani.
Jika kau takut dengan apa yang tidak kau miliki, bagaimana dengan tuhan yang tak pernah kau lihat? Ingat menjadi sebuah emas butuh proses peleburan yang begitu menyakitkan.
Dulu sakit yang begitu dalam dapat aku ungkap dengan ria dalam setiap tulisan, sekarang justru ketika rasa itu hilang dan tergantikan oleh rasa yang lebih baik mengapa tak dapat dituliskan? Oh iya aku ingat tuhan mengajarkan untuk kita tidak mengeluh-geluhkan sesuatu secara berlebihan.
Meskipun begitu saat aku merasakan sakit, aku seolah ingin dunia mengetahuinya. Aku juga hanya seorang manusia bukan?
Mungkin jika sesuatu yang menyakitkan dapat membuat kita ingat seumur hidup, seperti kita yang meminta ampun ketika sedang merasakan sesuatu yang menyakitkan. Sebaliknya ketika bahagia kita hanya akan selalu terhanyut oleh suasana dan keadaan, pastinya juga sulit mengingat secara detail kejadiannya secara spesifik namun selalu ingat dengan rasanya.
Saat ini kiriman tuhan sudah sampai, tak mengecewakan dan cukup membuat luka yang tergores terobat sedikit demi sedikit.
Layaknya musim sepertinya kemarau sudah berlalu dan datang musim penghujan dimana setiap tanaman tak perlu lagi harus kekeringan dan mati karena kekurangan air.
Kirimanmu begitu berharga tuhan, meskipun terlihat sederhana tapi aku percaya setiap apa yang kau rancangkan untuku adalah yang terbaik. Dengan hidup yang awalnya tak memiliki warna menjadi lebih berwarna dan yang biasanya merenung kini telah memiliki mimpi yang menggunung.
Darinya jua aku belajar lebih mencari apa arti kehidupan sesungguhnya dan mengerti apa arti pembuktian sesungguhnya untuk orang yang kita cintai. Arti penjaga hati, dan juga sumpah serapah yang tak boleh diucapakan sembarangan.
Sekarang aku bebas dari berbagai belenggu hati, kepahitan yang awalnya kupikir akan bertahan lama hilang seketika. Ketika apa yang sudah dinubuatkan terjadi, sebuah janji tuhan yang tergenapi.
Dan akulah salah satu orang yang beruntung dapat merasakan semua yang indah dari-Nya. Orang yang setia akan menemukan sebuah pasangan yang setia. Begitu katanya, begitu juga harapku.
Jika tidakpun setidaknya jangan berhenti untuk tetap setia.
Ingat! Memiliki panggilan pengkhianat itu hanya perlu beberapa detik, tapi masuk dalam kategori setia mungkin butuh waktu yang cukup lama.
Terlebih Allah kita adalah Allah yang setia. Nah jika engkau tak setia, aku jadi sulit menebak siapa penciptamu.
Kelvin Junior
24-11-2018
Baca juga Curhatan lain:
Sebuah Janji Tuhan

Sebuah Janji Tuhan

Satu hal yang perlu kita ketahui tetang sebuah rasa sakit, akan ada sebuah pelajaran penting dalam hidup. Yang pastinya hanya tokoh utama cerita itu sendiri yang dapat merasakan apa hikmahnya.
Dalam sebuah kotbah pendeta dikatakannya, jika kau seseorang yang setia namun mendapatkan sebuah balasan pengkhianatan, percayalah tuhan tak pernah mengambil sesuatu yang baik jika tidak digantikan oleh yang terbaik. Dan pastinya dia sedang mengirimkan penyembuh luka hanya saja mungkin dalam perjalanan.
Siapa didunia ini yang akan percaya perkataan biji mata tuhan tersebut jika sedang dilanda lara? Meskipun percaya, aku yakin itu hanya sebuah tameng agar terlihat lebih kuat dan tegar menerima kenyataan yang pahit.
Hebatnya pernyataan itu terjadi, siapa sangka setelah dasyatnya badai yang tengah mengamuk ada juga sebuah hikmah yang dapat dipetik.
Tuhan tak pernah mengatakan dalam hidup kita akan hanya melewai jalan yang baik, tapi dia mengatakan sebagaimana buruknya lajur yang kau tempuh aku selalu memberikan kekuatan.
Seperti kasih yang tuhan berikan kepada kita anaknya, kita hanya dapat merasakanya tanpa melihatnya. Terasa sangat terjaga tanpa ada seseorang pun yang menjadi penjaga.
Entah akupun binggung menjelaskannya, tapi semua itu nyata.
Bolehkah aku membahas semua ini menggunakan ayat suci? Boleh tertawa, aku mengerti. Aku hanya hambanya yang selalu mengadu jika dalam kesedihan dan juga melupa saat dalam bahagia. Tak mengapa aku akui.
Tapi jika dia menunjukan apa yang sudah pernah ia janjikan masihkah aku tidak boleh mengatakan bahwa ia memang menujukan kebesaranya?
Saat itu hatiku dipatahkan seolah aku tak tau lagi untuk apa aku masih menginjak bumi, bukankah orang yang dapat ku percaya dan kucintai satu-satunya sudah pergi entah kemana rimbanya? Mungkin puluhan karya dari hati yang patah sudah tercipta, segala keluh kesah terpampang jelas.
Rasanya siapapun saat itu siap menjadi sasaran empuk kekecewaaan, aku katakan aku belum bisa bangkit dari lubang sakit ini. Segalanya perih menyayat setiap bagian dari hati, pedih, benci, kecewa semua berkumpul bersama membuat sebuah kudeta untuk hati.
Meskipun sulit perlahan aku menerima dan mencoba menjadikan ini sebuah pengalaman hidup, sekedar pelajaran yang nantinya akan berguna untuk kedepannya.
Dari sebuah pembelajaran, pengalamanlah yang paling berharga. Tak jarang juga kita harus mengorbankan segalanya untuk mengetahui dan memahami lebih dalam.
Jika ada yang bertanya dari mana aku tau? Coba rasakan indahnya sebuah pengkhinatan, nikmatnya ditinggalkan, kecup rasanya begitu mencintai namun status sudah menjadi masa lalu. Setelah itu kembalilah padaku dan beri aku hasil dari semua yang kau dapatkan.
Dulu aku masih terlalu dini mengerti akan kenyataan, mempercayai "Cinta dapat menyatukan segalanya" Hal bodoh yang pernah aku lakukan. Tak sesal, justru sebuah pembelajaran. Membangun rumah tak mencampurkan semen dan pasir berharap menjadi sebuah pondasi yang kuat? Mustahil.
Cinta butuh pembuktian, bukan hanya bualan. Pantaskan dirimu sejak awal, agar nanti kau tidak kalah dengan yang memiliki material. Dan jika kau takut cintamu menjadi sebuah ironi, pupuk dan rawatlah dengan rohani.
Jika kau takut dengan apa yang tidak kau miliki, bagaimana dengan tuhan yang tak pernah kau lihat? Ingat menjadi sebuah emas butuh proses peleburan yang begitu menyakitkan.
Dulu sakit yang begitu dalam dapat aku ungkap dengan ria dalam setiap tulisan, sekarang justru ketika rasa itu hilang dan tergantikan oleh rasa yang lebih baik mengapa tak dapat dituliskan? Oh iya aku ingat tuhan mengajarkan untuk kita tidak mengeluh-geluhkan sesuatu secara berlebihan.
Meskipun begitu saat aku merasakan sakit, aku seolah ingin dunia mengetahuinya. Aku juga hanya seorang manusia bukan?
Mungkin jika sesuatu yang menyakitkan dapat membuat kita ingat seumur hidup, seperti kita yang meminta ampun ketika sedang merasakan sesuatu yang menyakitkan. Sebaliknya ketika bahagia kita hanya akan selalu terhanyut oleh suasana dan keadaan, pastinya juga sulit mengingat secara detail kejadiannya secara spesifik namun selalu ingat dengan rasanya.
Saat ini kiriman tuhan sudah sampai, tak mengecewakan dan cukup membuat luka yang tergores terobat sedikit demi sedikit.
Layaknya musim sepertinya kemarau sudah berlalu dan datang musim penghujan dimana setiap tanaman tak perlu lagi harus kekeringan dan mati karena kekurangan air.
Kirimanmu begitu berharga tuhan, meskipun terlihat sederhana tapi aku percaya setiap apa yang kau rancangkan untuku adalah yang terbaik. Dengan hidup yang awalnya tak memiliki warna menjadi lebih berwarna dan yang biasanya merenung kini telah memiliki mimpi yang menggunung.
Darinya jua aku belajar lebih mencari apa arti kehidupan sesungguhnya dan mengerti apa arti pembuktian sesungguhnya untuk orang yang kita cintai. Arti penjaga hati, dan juga sumpah serapah yang tak boleh diucapakan sembarangan.
Sekarang aku bebas dari berbagai belenggu hati, kepahitan yang awalnya kupikir akan bertahan lama hilang seketika. Ketika apa yang sudah dinubuatkan terjadi, sebuah janji tuhan yang tergenapi.
Dan akulah salah satu orang yang beruntung dapat merasakan semua yang indah dari-Nya. Orang yang setia akan menemukan sebuah pasangan yang setia. Begitu katanya, begitu juga harapku.
Jika tidakpun setidaknya jangan berhenti untuk tetap setia.
Ingat! Memiliki panggilan pengkhianat itu hanya perlu beberapa detik, tapi masuk dalam kategori setia mungkin butuh waktu yang cukup lama.
Terlebih Allah kita adalah Allah yang setia. Nah jika engkau tak setia, aku jadi sulit menebak siapa penciptamu.
Kelvin Junior
24-11-2018
Baca juga Curhatan lain:


Post a Comment