Ads

Rahasia Semesta

Markas Cetar - sebuah curahan hati berjudul Rahasia Semesta ditulis berdasarkan keinginan hati yang ditujukan pada orang yang tercinta meskipun tak pernah tau kapan rasa itu ada.

Rahasia Semesta
Rahasia Semesta
Rahasia Semesta

Kau tau? Terkadang sakit hati itu sama seperti halnya sedang ulangan semester, mungkin semua dari kita pernah merasakan takutnya menghadapi ujian semester.

Dengan berbagai macam versi ketakutan mungkin ada yang takut nilainya jelek, tidak siap, ataupun ada sang mama garang yang akan siap memaki ketika nilai tidak bersahabat.

Seperti itulah rasa sakitnya cinta, ingin dihindari tapi tak bisa berlari , ingin menjalani tapi sakit tetap membayangi, selalu mencoba tegar meski hati sudah lemah seperti agar-agar.

Ya pastilah, bagaimanapun bentuknya ataupun jenis sakit hatinya. Rasanya tetap menyakitkan dan begitu sulit dilupakan.

Namun taukah hebatnya cinta? Dia dapat menghancurkanmu dalam hitungan detik, tapi dia juga dapat membuatmu melayang juga seperkian detik.

Terkadang rasa sakit itu adalah salah satu hal yang harus terjadi dalam setiap manusia di bumi ini. Jika tak pernah merasakanya pahitnya cinta, aku berani bertaruh kau tak pernah merasakan indahnya cinta.

Untuk kali ini biarkan cinta serta sakit hadir diantara kita, ketika dua orang baru dipertemukan sulit menangkal suatu penolakan dan perbedaan.

Lantas apa yang ingin aku katakan? Aku tak perduli! Tugasku mencintaimu, tanpa aku harus mengetahui hak apa yang harus aku dapatkan nantinya.

Katanya perbedaan itu membuat semuanya lebih berwarna, awalnya itu benar. Semakin banyak perbedaan kita semakin indah pula kisah yang tertulis. Bisa jadi karena logat bicara yang lucu, atau memang tetang kebudayaan yang berbeda, entahlah semua itu indah.

Takut dengan penolakan? Tidak! Aku laki-laki harus kuat hati tangguh diri, mungkin agak sedikit sulit situasinya. Tapi biarlah, orang jatuh cinta bukannya bebas melakukan apapun? Biarkan aku yang terus berjuang.

Bolehkah aku larut akan semua kebiasaan yang kita lalui? Jika nantinya aku sudah pergi bolehkah aku tetap berharap menjadi orang yang selalu kau rindukan sebelum kau masuk kedalam delusi-delusi malam yang indah? Aku rasa menjawabnya tak sulit, melakukannya yang sedikit butuh pengorbanan.

Seandainya kau mengerti melepas yang hampir kau mengenggam itu sakit, bahkan teramat sakit. Tapi aku justru akan lebih merasa tak berdaya ketika aku mencoba mengenggammu sekuat tenaga hingga tak ada yang dapat kau lakukan selain berserah.

Bukannya kepada aku kau ceritakan semua impian yang hendak engkau gapai? Jika aku tak bisa menjadi orang yang menjadikan harap itu kenyataan, harusnya aku tau diri dengan tidak menjadi sebuah penghalang.

Aku rasa cinta itu bukan membatasi, tapi tahu batas. Simple tapi terasa sulit? Nikmati saja kadang akan banyak proses yang terjadi sebelum semuanya menjadi satu.

Tak bisa terbayang bagaimana nantinya tanpa hadirmu, harusnya aku tak mengeluh tapi sudahlah hati ini telah luluh.

Terlebih hal yang menakutkan lainnya adalah aku yang tak pernah tau sebesar apa usahamu nanti untuk melupakan aku ketika saatnya sudah tiba. Aku enggan pergi dengan rasa bersalah dan meninggalkan luka yang cukup berat.

Memang teramat sulit kukatakan, diri ini hanya ingin pergi tanpa ada rasa sakit. Nantinya apabila aku yang begitu tersiksa tak mengapa, akupun akan bertanggung jawab pada apa yang sudah kupilih sebelumnya.

Sebenarnya aku memiliki pilihan, lain tak seperti ini dan tak pergi. Tapi aku tak bisa menolak segala rasa yang membebani nurani. Aku tak ingin menjadi orang lain, aku hanya ingin menjadi diriku. Bukankah pada masa-masa seperti ini harusnya kau mengetahui aku yang sebenarnya, bukannya yang hanya memperdayamu dan ketika kau sudah terjerat justru kau menyesal.

Namun saat ini perbedaan itu sepertinya bukan sebuah hal yang indah, lingkungan juga kadang menjadi hal yang penting.

Sekuat apa kau bertahan dengan apa yang mereka katakan tentang aku? Bukannya aku hanya orang baru yang masuk dalam hidupmu? Mana yang akan kau percaya mereka atau aku?

Dengamu aku sudah lupa pernah melewati hari yang begitu berat, denganmu juga aku percaya peka terhadang setiap kode itu penting. Jika memang takdir yang menuntun arah hatimu hadir, semoga takdir tak sedang bercanda saat ini.

Aku benar-benar enggan perduli dengan apa yang dikatakan orang-orang disana, para manusia yang merasa dirinya setengah dewa. Aku bukan pemberontak aku hanya berotak. Dirimu jangan sepertiku tetaplah seperti boneka yang lucu yang selalu mereka sukai, namun jika semesta ikut merestui aku akan cepat menjemputmu untuk menikmati hidup yang lebih pantas.

Ada tapi tak pernah dianggap itu menyakitkan, cukup aku yang merasakannya jangan sampai kau ikut merasa apa yang dirasakan olehku.

Lalu bagaimana akhirnya nanti? Bukankah yang ku tuliskan hanya sebuah pemikiran yang teramat jauh? Biarkan semua ini berjalan seperti biasanya, seperti apa adanya dan juga biarkan rahasia semesta tetap tertutup sampai waktunya tiba.

Kelvin Junior
29-10-2018

Baca juga Curhatan lain:

No comments

Powered by Blogger.