Penjaga Hati
Markas Cetar - Sebuah curhatan hati berjudul penjaga hati kali ini menjadi pengisi hari yang tanpa memiliki warna.
Penjaga Hati
Kata Ibu, mencintai adalah perihal uang. Kapanpun itu akan datang dengan sendirinya jika yang membaca ini adalah seorang lelaki dan memiliki umur berkepala 2 pastinya kau akan mengerti maksud Ibuku.
Sederhana bisa membagiakan tapi setiap orang pasti ingin mendapatkan hal lebih dari yang biasa ia dapatkan untuk itu perihal uang musti kau pikirkan.
Tak mungkin juga memberikan pilihan antara rasa sayang atau kebutuhan nyata, Aku rasa ini sangat spesifik dan mudah dimengerti.
Cinta itu seperti rumput liar, dia bisa tumbuh kapan saja dan entah pada tanah yang baik maupun tidak. Namun seliar-liarnya dia tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk membuat makanannya, mendapatkan air yang datang dari hujan atau resapan tanah.
Seperti itulah yang disebut Cinta. 1 kalimat dengan beribu makna.
Aku saat ini sedang menemukan sebuah rumput liar yang tumbuh dengan sendirinya. Entah, padahal aku tak pernah merawatnya.
Bahkan untuk setetes air maupun membawanya ketempat bercahaya saja sepertinya aku tak pernah. Tapi apa memang seajaib itu? Mencinta hingga tak mengerti kapan semuanya berawal.
Dalam sebuah lagu yang sering terputar ketika sedang menonton youtube, ada sebuah lirik yang mengatakan jika dirimu mengalami sakit hati. Jangan dibiarkan terlalu lama coba cari tau siapa penyembuh luka tersebut.
Putus cinta soal biasa
Sedihnya jangan lama-lama
Nanti kau bisa mati rasa.
Tegarkan hatimu dan melangkahlah
Ketika aku mencoba melakukan hal yang disarankan oleh lirik lagu tersebut, justru rasanya aneh. Langkahnya yang salah atau memang kadang pertemuan hanya memberikan sebuah pelajaran?
Sakit, tak bisa memiliki tapi memiliki rasa. Bahagia. dapat memiliki tapi berujung menyakiti. Dua pilihan tersebut mana yang harus dipilih?
Kau tau cara paling ampuh membunuh seorang laki-laki tanpa harus berurusan dengan hukum? Tak perlu menggunakan senjata mematikan atau racun yang tak berbau.
Biarkan saja dia memberikan hatinya kepadamu dan mengorbankan cintanya yang besar, setelah itu coba saja kau campakan. Rasanya itu tak sekedar membunuh cinta dan hati, kehidupannya juga akan terbunuh.
Dan aku rasa tak adil jika hanya mengatakan pria saja yang dapat merasakan sakit yang luar biasa, wanita juga sama dapat merasakannya.
Bukankah sudah banyak korban yang tak mampu beranjak dari masa lalunya, padahal yang memberikan luka sudah berbahagia bahkan batang hidungnya saja sudah tak terlihat?
Namun kali ini rasa nya cukup sulit diungkapkan, apa harus setiap pertemuan selalu dibayangi sebuah perpisahan? Mungki jika seperti itu tak'an ada orang yang benar-benar bahagia dengan apa yang ia cintai.
Jika kita sudah mengetahuinya dengan jelas akhir dari sebuah cerita, untuk apa kita terus berupaya untuk merubah jalan ceritanya? Bukankah sehebat apapun kita mencoba untuk membelokan alur ceritanya tetap akan menjadi akhir yang sama.
Kata ayah, jangan membuat seorang wanita terluka hatinya. Jika tak menginginkannya jangan membuat ia tersakiti, kita tak pernah tau usaha sehebat apa yang dia lakukan untuk menyembuhkan luka yang kau buat nanti.
Ayah benar, akupun begitu lebih baik mencegah bukan dari pada mengobati? Jika bisa aku tak memilih untuk memberikan luka dan menjadi orang yang sangat dilupakan seseorang.
Namun bukan berarti aku tak menginginkannya, hanya tak ingin ada yang terluka. Lebih baik mencoba menuliskan hal yang indah bukan? Dari pada harus mencoba menghapus sesuatu yang buruk.
Akhirnya semua akan dipertemukan pada perpisahan dan pilihan terbaik adalah tak pernah membuat mu terluka.
Sulit untuk aku saat ini menemukan kata yang dapat kurangkai dengan indah, karena ketika memikirkan akhirnya aku sudah takut. Takut merasakan sakit yang berulang, untuk aku maupun engkau kesayanganku.
Ketika ada rasa yang tak dapat ku utarakan disanalah kau harus tau bahwa ada juga luka yang tak ingin kuberikan.
Biar suatu saat aku menyesal tak pernah mengatakan apa yang yang pernah kurasakan saat mata kita bertemu atau saat hampir tak batasan untuk kita saling bertemu.
Tak'an ku biarkan yang tercinta harus berjuang sendirian, baik berjuang dalam mencintai ataupun melupakan. Mudahnya tak harus ada air mata sekarang ataupun nanti, Jika terlalu lama kebiasaan baru akan tersedia dan sulit ketika semua sudah tidak ada lagi.
Setidaknya darimu aku sedikit belajar, kadang ada hal yang tak dapat aku paksakan meskipun hati sudah memilih dengan mutlak. Ada yang namanya sebuah kenyataan yang selalu menjadi pertimbangan.
Lagi pula akan ku tarik kembali semua ucapakan ku tentang wanita idaman, tidak akan ada lagi dari mana sukunya harus berasal, pemikiran tentang masa lalu yang kelam semua sudah ku musnakan ketika tumbuh rumput liar dalam hati ini. Kau layaknya sebuah bumerang untuk segala pernyataanku.
Langkah yang ku ambil saat ini adalah memilih menjadi Penjaga Hati. Keputusan yang mulia serta tak memberi luka. Aku ingin meniti kisah berbeda untukmu, sebagai yang pernah hadir meskipun tak pernah memiliki, tak menyakiti serta lebih menghargai.
Membiarkan semua ini jatuh layaknya tetesan air hujan yang tak dapat menolak hukum alam, menjadikan dingin sebagai sebuah isyarat bahwa benar aku butuh seorang sepertimu. Sayangnya kadang semesta tak berpihak, bukan tak berjodoh tapi mungkin dia mengajarkan sesuatu yang lebih.
Apa itu ? Mungkin level tertinggi dari mencintai seseorang, tak ingin menyakiti. Tapi ini versi miliku, karena aku percaya setiap orang memiliki pandangan berbeda-beda tentang hal ini.
Harapku saja, nanti... Saat dimana netramu tak mampu lagi melihat aku disini, ditempat yang mempertemukan kita. Tetap ada kenangan manis yang pernah kubuat meskipun tak sebanyak bintang dilangit.
Jika bisa aku ingin memilih mencintai dan bersama, sayangnya untuk saat ini sudah jelas terpampang. Kalau aku memaksa sakit yang akan terlahir. Aku tak kehendaki seperti itu. Terlebih jika rasa itu jatuhnya kepadamu, karena aku tak biasa membiarkan orang yang aku cintai merasakan sakit.
Kelvin Junior
6-10-2018
Baca juga Curhatan :
Penjaga Hati

Penjaga Hati
Kata Ibu, mencintai adalah perihal uang. Kapanpun itu akan datang dengan sendirinya jika yang membaca ini adalah seorang lelaki dan memiliki umur berkepala 2 pastinya kau akan mengerti maksud Ibuku.
Sederhana bisa membagiakan tapi setiap orang pasti ingin mendapatkan hal lebih dari yang biasa ia dapatkan untuk itu perihal uang musti kau pikirkan.
Tak mungkin juga memberikan pilihan antara rasa sayang atau kebutuhan nyata, Aku rasa ini sangat spesifik dan mudah dimengerti.
Cinta itu seperti rumput liar, dia bisa tumbuh kapan saja dan entah pada tanah yang baik maupun tidak. Namun seliar-liarnya dia tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk membuat makanannya, mendapatkan air yang datang dari hujan atau resapan tanah.
Seperti itulah yang disebut Cinta. 1 kalimat dengan beribu makna.
Aku saat ini sedang menemukan sebuah rumput liar yang tumbuh dengan sendirinya. Entah, padahal aku tak pernah merawatnya.
Bahkan untuk setetes air maupun membawanya ketempat bercahaya saja sepertinya aku tak pernah. Tapi apa memang seajaib itu? Mencinta hingga tak mengerti kapan semuanya berawal.
Dalam sebuah lagu yang sering terputar ketika sedang menonton youtube, ada sebuah lirik yang mengatakan jika dirimu mengalami sakit hati. Jangan dibiarkan terlalu lama coba cari tau siapa penyembuh luka tersebut.
Putus cinta soal biasa
Sedihnya jangan lama-lama
Nanti kau bisa mati rasa.
Tegarkan hatimu dan melangkahlah
Ketika aku mencoba melakukan hal yang disarankan oleh lirik lagu tersebut, justru rasanya aneh. Langkahnya yang salah atau memang kadang pertemuan hanya memberikan sebuah pelajaran?
Sakit, tak bisa memiliki tapi memiliki rasa. Bahagia. dapat memiliki tapi berujung menyakiti. Dua pilihan tersebut mana yang harus dipilih?
Kau tau cara paling ampuh membunuh seorang laki-laki tanpa harus berurusan dengan hukum? Tak perlu menggunakan senjata mematikan atau racun yang tak berbau.
Biarkan saja dia memberikan hatinya kepadamu dan mengorbankan cintanya yang besar, setelah itu coba saja kau campakan. Rasanya itu tak sekedar membunuh cinta dan hati, kehidupannya juga akan terbunuh.
Dan aku rasa tak adil jika hanya mengatakan pria saja yang dapat merasakan sakit yang luar biasa, wanita juga sama dapat merasakannya.
Bukankah sudah banyak korban yang tak mampu beranjak dari masa lalunya, padahal yang memberikan luka sudah berbahagia bahkan batang hidungnya saja sudah tak terlihat?
Namun kali ini rasa nya cukup sulit diungkapkan, apa harus setiap pertemuan selalu dibayangi sebuah perpisahan? Mungki jika seperti itu tak'an ada orang yang benar-benar bahagia dengan apa yang ia cintai.
Jika kita sudah mengetahuinya dengan jelas akhir dari sebuah cerita, untuk apa kita terus berupaya untuk merubah jalan ceritanya? Bukankah sehebat apapun kita mencoba untuk membelokan alur ceritanya tetap akan menjadi akhir yang sama.
Kata ayah, jangan membuat seorang wanita terluka hatinya. Jika tak menginginkannya jangan membuat ia tersakiti, kita tak pernah tau usaha sehebat apa yang dia lakukan untuk menyembuhkan luka yang kau buat nanti.
Ayah benar, akupun begitu lebih baik mencegah bukan dari pada mengobati? Jika bisa aku tak memilih untuk memberikan luka dan menjadi orang yang sangat dilupakan seseorang.
Namun bukan berarti aku tak menginginkannya, hanya tak ingin ada yang terluka. Lebih baik mencoba menuliskan hal yang indah bukan? Dari pada harus mencoba menghapus sesuatu yang buruk.
Akhirnya semua akan dipertemukan pada perpisahan dan pilihan terbaik adalah tak pernah membuat mu terluka.
Sulit untuk aku saat ini menemukan kata yang dapat kurangkai dengan indah, karena ketika memikirkan akhirnya aku sudah takut. Takut merasakan sakit yang berulang, untuk aku maupun engkau kesayanganku.
Ketika ada rasa yang tak dapat ku utarakan disanalah kau harus tau bahwa ada juga luka yang tak ingin kuberikan.
Biar suatu saat aku menyesal tak pernah mengatakan apa yang yang pernah kurasakan saat mata kita bertemu atau saat hampir tak batasan untuk kita saling bertemu.
Tak'an ku biarkan yang tercinta harus berjuang sendirian, baik berjuang dalam mencintai ataupun melupakan. Mudahnya tak harus ada air mata sekarang ataupun nanti, Jika terlalu lama kebiasaan baru akan tersedia dan sulit ketika semua sudah tidak ada lagi.
Setidaknya darimu aku sedikit belajar, kadang ada hal yang tak dapat aku paksakan meskipun hati sudah memilih dengan mutlak. Ada yang namanya sebuah kenyataan yang selalu menjadi pertimbangan.
Lagi pula akan ku tarik kembali semua ucapakan ku tentang wanita idaman, tidak akan ada lagi dari mana sukunya harus berasal, pemikiran tentang masa lalu yang kelam semua sudah ku musnakan ketika tumbuh rumput liar dalam hati ini. Kau layaknya sebuah bumerang untuk segala pernyataanku.
Langkah yang ku ambil saat ini adalah memilih menjadi Penjaga Hati. Keputusan yang mulia serta tak memberi luka. Aku ingin meniti kisah berbeda untukmu, sebagai yang pernah hadir meskipun tak pernah memiliki, tak menyakiti serta lebih menghargai.
Membiarkan semua ini jatuh layaknya tetesan air hujan yang tak dapat menolak hukum alam, menjadikan dingin sebagai sebuah isyarat bahwa benar aku butuh seorang sepertimu. Sayangnya kadang semesta tak berpihak, bukan tak berjodoh tapi mungkin dia mengajarkan sesuatu yang lebih.
Apa itu ? Mungkin level tertinggi dari mencintai seseorang, tak ingin menyakiti. Tapi ini versi miliku, karena aku percaya setiap orang memiliki pandangan berbeda-beda tentang hal ini.
Harapku saja, nanti... Saat dimana netramu tak mampu lagi melihat aku disini, ditempat yang mempertemukan kita. Tetap ada kenangan manis yang pernah kubuat meskipun tak sebanyak bintang dilangit.
Jika bisa aku ingin memilih mencintai dan bersama, sayangnya untuk saat ini sudah jelas terpampang. Kalau aku memaksa sakit yang akan terlahir. Aku tak kehendaki seperti itu. Terlebih jika rasa itu jatuhnya kepadamu, karena aku tak biasa membiarkan orang yang aku cintai merasakan sakit.
Kelvin Junior
6-10-2018
Baca juga Curhatan :


Post a Comment