Belajar Menyikapi Pandemi Covid-19
Markas Cetar - menyajikan sebuah artikel unik berjudul Belajar Menyikapi Pandemi Covid-19 yang disiapkan memang untuk kondisi dan situasi sulit saat ini.
Belajar Menyikapi Pandemi Covid-19
Belajar Menyikapi Pandemi Covid-19

Pandemi sudah lebih dari setahun. Senada pula dengan saya terhadap wabah ini dalam hal meyakini. Ya, antara ada dan tiada. Antara mau percaya atau hanya sekedar patuh terhadap pemerintah karena takut diganjar sanksi.
Senin kemarin saya merasakan ada yang tidak beres pada tubuh saya. Jarum jam menunjukan pukul 9, saat pedal gas masih dalam pijakan saya. Ya, AC mobil terasa dingin sekali tidak seperti biasanya. Saya kecilkan, tetap saja terasa dingin. Pinggang terasa "ngilu". Sambil membenarkan masker yang melorot, saya masi bergumam. Sepertinya saya masuk angin.
Siang itu saya sudah mulai semakin merasa ada yang aneh. Namun melewati screening security hotel, saya masih diijinkan masuk. Entah karena memang suhu saya tidak mencapai titik maksimal, atau memang kondisi jenuh para tim pengaman yang akhirnya meloloskan semua tamu tanpa mengecek keabsahannya.
Berniat untuk berlibur, saya malah tak berdaya. Tubuh saya menggigil kedinginan, bagian pinggang kebawah terasa semakin Linu. Bahkan saya hanya di kamar ketika anak anak saya bermain. Ah, sungguh menyiksa, pikirku.
Tapi, ya itulah manusia. Saya masi menyalahkan angin. "Ah, mungkin masuk angin biasa"
Berniat menginap 2 malam, di malam pertama saya putuskan untuk kembali ke Jakarta. Karena disana Faskes dan Cek Swab sangat jauh.
Setelah cek di Jakarta, langsung Positif.. hehehe...
Kadang kita ini seperti Thomas (Murid Yesus). Maunya melihat dulu baru percaya, maunya dibuktikan dulu baru taat.
Satu hal yang saya dapatkan nilainya dari hal ini adalah. "Anda boleh skeptis, tapi harus berhikmat juga". Karena kadang skeptisme bisa mengorbankan banyak hal.
Di hari ketiga terpapar saya merasakan kesulitan bernafas. Merasa alone, bahkan kadang terlintas, apakah harus berakhir malam ini... Teman, ingatlah kondisi Alone itu lebih bahaya dari virus ini.. percayalah...
Pesan saya.. Stop dengarkan kampanye kampanye bodoh tentang covid itu ga real, covid itu ga ganas, covid itu bikinan negara lain, bisnis, pro liberal, covid itu boongan... Stop follow akun akun atau mulai tinggalkan ketika ada orang yang membangun stigma ketidak percayaan...
Yang ditakutkan adalah, bukan kita yang berjuang melawan virus ini. Tapi orang orang tercinta yang tak sanggup beradaptasi saat masa kritis itu datang.
Mari berjuang untuk orang orang yang anda kasihi. Mari kencangkan tali maskermu. Karena Tuhan menciptakanmu, bukan semata karena kamu membutuhkannya, tapi karena ada orang lain yang membutuhkanmu.
Ps. Yohanes Lesmana M.Pd
Jakarta, 05-07-2021
Baca juga :
Sekian renungan kecil dari Belajar Menyikapi Pandemi Covid-19 semoga kedepannya banyak lagi dan lagi artikel seperti ini yang dapat membuat para pembaca lebih nyaman dan damai dalam berkat Tuhan.


Post a Comment