Hilang Seharian
Jujur aku sulit sekali mengingat hari ini, seperti tak ada yang terjadi.
Jika semalam aku hanya ingat sebagian, bahkan yang pentingpun tidak masuk dalam ingatan.
Ketika aku merayakan Aku version 2.3 banyak hal baru terjadi dan semakin menjadi-jadi.
Setelah perayaan makan-makan yang dihadiri beberapa orang yang dekat saja, aku mencoba iklas dan sedikit mengeritkan dahi tanda aku sudah mulai mengetahui ini bukan sekedar mimpi.
Aku padangi wajah-wajah lama dan juga wajah baru yang datang mencoba memberikan kejutan dimoment terbaik yang hanya ada 1x dalam setahun.
Ada yang tertinggal kataku dalam hati, tapi nampaknya kenyataan menampar keras dan mencoba memberikan kabar bahwa semua sudah jadi kisah sepenggal.
Tapi tak apa masih ada Ikan Hitam, Ikan Pemarah, Ratu Tabungan, Ikan Egois, Bahkan Hulk Hitam dan Bebek Galau lalu untuk apa aku merana? Kecewa tidak perlu membuat kita seakan tak berdaya.
Dalam setiap canda dan tawa aku masih mengingat beberapa hal yang sebetulnya tak perlu, ya namanya teringat masa aku harus menyalahkan otak atas segalanya yang secara tak sengaja ia buka didalam benak.
Sesi foto menjadi salah satu yang aku akui cukup menyengat, dulu akan ada saja yang berlomba-lomba untuk meminta dipotret bersama. Aku hanya sekedar mengingat.
Setelah prosesi makan-makan yang cukup dramatis, tiba saatnya untuk melaksakan rencana kedua menghampiri jamuan dari kaisar besar.
Sebuah hiburan malam yang cukup ternama dipesankan, baik minuman dan makanan sudah dihidangkan lalu apa yang terjadi? Ya aku menikmati malam itu dengan baik.
Lebih tepatnya mencoba lari dari segala permasalahan yang pernah menghampiri, ntah itu hati, materi atau hal basi yang belum sempat aku akali.
Aku lepas semuanya dimalam itu tidak aku sisakan sedikitpun bahkan kesadaran juga lenyap berserta rasa dan alunan lagu yang mengundang tubuh menari.
Katanya Ikan Pemarah Gopay saja, jika dalam bahasa medan itu berarti 5 kali.
5 Kali pertama sudah dipastikan menjadi 5 kali selanjutnya, lagi terus dan sampai akhir.
Aku jatuh, begitu dalam banyak sekali drama yang aku skenariokan dalam alam bawah saja, menangis, bersajak, bercanda wah malam itu sudah tak terdapat digambarkan dengan baik.
Aku hanya mengingat pohon natal yang dipesankan untuk aku berisikan minuman kecil lucu dan mengudang selera untuk diminum.
Berserah aku pada tuhan semua yang aku lelahkan, dan apa yang tersimpan dalam hati selama ini semuanya terbuka lebar.
Hanya saja banyak kesalahan yang sudah aku buat, entah itu sengaja maupun tidak biarlah katanya tak apa dia mengerti aku yang sedang butuh pelampiasan.
Tak terpikirkan juga aku akan menghilang seperti itu, tak mengenal, tak mengingat bahkan apa yang sudah ku lakukan saja sampai dijadikan moment konten oleh Ikan Egois.
Aku berterimasih atau semua yang diberikan pada hari ini, meskipun aku tak mengingat apapun dan terbangun disore hari aku bersyukur dan lega ada yang sudah aku ungkapkan dengan diwakilkan alam bawah sadar.
Aku bahagia, meskipun ada luka disana.
26 September 2020
Baca juga :


Post a Comment