Ads

Aku Version 2.3

Semalam aku tertidur dengan begitu lelap, tanpa beban dengan sedikit wajah sumringah.

Banyak yang mengucapkan selamat atas aku, karena kini telah tambah tua, banyak doa agar menjadi yang terbaik dan lain sebagainya.

Jujur aku bahagia tapi begitu lelah untuk meneruskan egoku untuk mengikuti euforia tersebut.

Aku pun memilih tidur dengan perasaan was-was akan sulit mendapatkan tidur cukup karena jam sudah menunjukan pukul 3 pagi.

Latihan yang melelahkan....

Paginya notif gawaiku sudah menunggu, tapi rasanya semangat pupus ketika aku merasakan badanku penuh dengan pegal karena semalam aku diberikan latihan extra oleh Hulk Hitam.

Katanya nanti aku akan libur, baik libur latihan dan juga libur godaaan.

Jadi latihan juga harus dilebihkan jelasnya, agar seimbang.

Mentari baru terbit aku sudah terbirit-birit membalas pesan sahabat-sahabat terdekat yang sudah dari semalam dikirimkan ataupun yang sekedar baru hadir dikotak pesan.

Ada sebuah pesan dari seseorang yang kucoba putar berkali-kali dan cukup membuat hati sedikit tersetuh. Katanya di Version 2.3 ini aku harus lebih baik dan tidak boleh lagi mengingat sedikitpun hal-hal yang membuat langkah kaki ini menyusuri jalannya hari menjadi lebih berat.

"Buang saja, jangan diingat. Dan kupastikan ada aku yang tetap menemanimu oh iya, jangan buang aku lagi seperti dulu saat kau sedang berada di negeri lumbung padi." Katanya dalam pesan suara itu.

Aku hanya tertawa sambil tersenyum, dan mengiyakan aku pernah meninggalkannya ketika waktu itu.

Maklum saja, tidak satupun pasangan yang tidak cemburu jika kekasihnya memiliki teman lawan jenis yang begitu akrab.

Maafkan aku ya, tapi meskipun pernah aku buang, atau ditinggalkan sekarang kau masih ada untukku sampai saat ini sebagai salah satu tempat aku berbagi segala keluh dan kesah.

Kadang mengalahkan sahabat-sahabatku yang katanya selalu ada untuk aku, tapi masih sibuk dengan urusannya masing-masing.

Mereka orang yang dulunya memaksa aku memilihnya dan meninggalkanmu, nyatanya sekarang sudah bahagia diatas segala rasa sakit yang mereka tinggalkan kepadaku.

Tapi tak apa aku bersyukur tuhan masih memberikan aku engkau sebagai salah satu teman terbaik dan juga yang paling mengerti, terimakasih untuk segalanya.

Siang hari ini aku sepertinya mulai termakan oleh apa yang sudah aku nazarkan, Timam sepertinya sedang berproses.

Aku merasakan dari siang hari hingga sore bahwa aku migran dan mulai demam ringan. Padahal tujuanku tipes jika masih demam ringan masih jauh pastinya.

Haha....

Sore menjelang malam hanya banyak bertemu dengan orang yang menyapa dan mengucapkan selamat, tidak ada lagi yang lain.

Mulai menata rencana bagaimana nantinya acara akan dibuat, mulai banyak sekali pembicaraan-bicaraan yang mulai tidak masuk akal yang bertujuan untuk menghibur sekaligus membuat malu.

Aku memang membuat acara makan bersama tapi dengan segelincir orang yang aku anggap dekat, karena jika itu acara besar sepertinya kantungku akan kembali kemarau.

Juga dibekali jamuan besar oleh kaisar, dan mendapatkan titah untuk pergi ketempat hiburan malam melepas penat, bersama semua pekerja yang ada.

Tersanjung akan perhatian dan kebaikannya kali ini, tapi yasudahlah hari ini aku lepaskan segalanya.

Memang benar mabuk tidak bukan cara menyelesaikan segalanya tapi kadang cukup meredam badai yang sedang melanda.

Dihari aku version 2.3 aku berdoa kepada tuhan untuk segala apapun yang dirasakan pada versi lama sebelumnya agar tidak lagi aku rasakan diversi baru.

Segala sesalahan apapun yang sudah aku lakukan tidak cukup menjadi sebuah pelajaran, dan semoga tidak terulang.

Versi 2.2 aku jalani dengan sedikit rumit, banyak perubahan dan begitu banyak hal yang perlu aku perbaiki.

Dan ketika kita sudah mulai dewasa, percayalah hari ulang tahun tidak menjadi hari yang begitu spesial lagi. 

Itu hanya seperti tanggalan makan onde-onde milik turunan tiong hua yang wajib dirayakan maupun tidak, seperti puasa senin kemis yang sunah, ataupun seperti pelayanan di gereja yang jika tak mau tidak akan dosa.

Memang tahun ini berbeda karena beberapa tahun belakangan aku memang selalu didampingi dan diberikan sesuatu yang lebih oleh seseorang. 

Membuat beberapa kejutan kecil atau sekedar hadiah yang membuat aku nantinya akan selalu mengingatkan, tapi namanya dunia semua pasti fana. 

Namun aku tetap bersyukur, aku memiliki Cetar sebagai keluarga kedua meskipun tidak lengkap tapi mereka tetap ada.

Setidaknya diluar sana banyak sekali orang sulit bahkan tidak memiliki sahabat, sedang diriku saat ini dipenuhi lingkaran persahabatan yang memang hangat hubungan kami lebih erat dibandingkan tali yang mengikat, lebih pekat dari darah kerabat, dan aku berharap kedepannya mereka akan selalu ingat tentang aku dengan versi angka yang lain.

Oh ada lagi, aku masih nunggu hari-hari dimana kita bisa saling ngucapin selamat tanpa harus lewat orang lain.


25 September 2020


Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.