Ads

Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ?

Markas Cetar - Sedikit membagikan istilah Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ? kepada temen-temen pembaca agar pikirannya lebih terbuka.

Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ?
Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ?
Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ?

Kalo penasaran kenapa gambarnya patrik dengan Sandy yang ada dalam film spongebob squarepants, boleh cari owner di Contact Us , atau lewat Commentar.

Remaja saat ini banyak yang tidak memiliki kepercayaan diri, baik dalam hal akademis dan non akademis hal ini sebenernya engga ngaruh dalam hidup gua, mau orang lain percaya diri atau engga itu kan orang lain.

Gua pribadi orang yang percaya diri aja, tapi tetep tau diri. Jangan suka menjadi si pembohong yang rela membohongi orang lain terlebih dirinya, demi sesuatu yang ga penting misalnya, ngaku bisa maen gitar padahal sebenernya gabisa, udah ketauan ga bisa masih ada ngeles.

Itu biasanya orang yang bener-bener ga punya kepercayaan diri, kali ini gua bukan mau bahas kepercayaan diri sih tapi ini ada sangkut pautnya dengan yang dibicarakan.

Pintar atau berbakat ataupun semua yang baik-baik pada diri seseorang terkadang ada yang tidak didapatkan dari proses yang mudah.

Bisa jadi mudah kalau memang tuhan yang memberikan anugerah tersebut , tapi gua pribadi percaya didunia ini tidak ada orang pure hebat ataupun itu murni bakat.

Dedy Corbuzier pernah mengatakan sesuatu yang bikin gua salut sama cara dia berpikir dan gua mulai subscribe channel youtube dia, alhasil ada waktu senggang gua tonton terus video dia.

Divideo itu dikatakan bahwa Aska (maafkan kalo salah penyebutan) adalah anaknya yang bisa melakukan pukulan-pukulan boxing yang disertai menghindar dari serangan dengan mata tertutup.

Baca juga True Story dari owner :


Gua sebagai orang yang pernah latihan seni bela diri awalnya cuman ngedumel "Ah... Itukan hasil latihan yang keras mana mungkin tiba-tiba bisa kalo ga latihan," Nah ga lama dalam video itu Om Dedy, bilang  bawah kehebatannya Aska lewat latihan yang anak itu ga suka bahkan divideonya sampe nangis-nangis si Aska.

Kebetulan dikamar terus gua sendiri , gua teriak "Tuh... Apa kata gua hasil tidak pernah menghianati proses" Untugnya gua sendirian jadi engga akan ada orang yang bilang saat itu gua lagi ga waras.

Disini gua sebagai orang yang memiliki sedikit keahlian dalam dunia blog, dan gua harap kalian engga terlalu percaya sama pernyataan gua barusan.

Banyak orang yang menilai gua dari hasil yang gua raih sekarang seperti, gua pernah jadi juara kontes seo tertentu,bisa membidik keyword di SERP(Search Engine Result Page).

Kejadian yang gua alamin sama persis kek Aska dia dibilang keren sama semua orang saat ini nonton videonya karena mereka tau hasil yang indah, bukan proses yang begitu panjang yang dibarengin sama pengorbanan.

Seandainya mereka mengenal gua kurang lebih 2 tahun sebelum sekarang apa yang akan mereka banggakan dari gua? Cerita bandel waktu disekolah kaya yang gua ceritain di Selamat Jalan Kawan? Kan ga mungkin.

Yang ada bakal muncul omongan yang negatif.

TAPI !!!!

Ketika gua diminta sama orang untuk ngajarin dia tentang hal yang gua bisa "GUA ENGGA TOLAK," Dengan syarat orang tersebut niat dan tahan celotehan khas medan dari gua.

Buktinya temen baik gua yang udah deket banget bagaikan saodaranya gua aja bisa kesel ketika dia coba belajar dan yang gua lakukan bukan mensupport tapi justru manas-manasin dan menghina.

Harus digaris bawahi menghina disini bukan tentang keburukan fisik ataupun lainnya, namun hinaan yang jika diberikan kepada orang pintar(bisa berpikir lebih jauh) itu motivasi menurut gua.

Sayangnya temen gua ini engga, engga disini dia ga mengerti arti dari hinaan tersebut dia malah mikirnya gua sombong.

Pasalnya setiap orang mempunya caranya masing-masing bener ga? Dan gua rasa gua punya beberapa cara yang memang berbeda ketika gua mengajari seseorang.

Terlebih skil yang gua dapat bukan hasil gua dengan mudah belajar, banyak waktu gua terbuang,banyak hinaan juga dari master-master yang ada, serta uangpun kadang gua korbanin hanya sekedar membeli buku yang kadang isinya gua udah tau pokok ceritanya.

Tapi apa saat gua pertama kali coba langsung punya bakat, saat gua melangkah gua langsung tau arah? itu engga mungkin.

Saat pertama kali blog Markas Cetar ini punya artikel pertama dan perdana dengan bangga gua tunjukin ke master gua bahwasannya gua berhasil membuat karya.

Dalam otak gua mungkin ada sedikit harapan akan muncul kata-kata yang bakal menyanjung gua, tapi itu cuman mimpi.

Hasil yang diterima dihina, dikatain itu bukan artikel cuman curhatan aja, dan dibilang engga guna artikelnya.

Tapi namanya juga belajar, dalam hati cuman bisa bilang "Wajar takdir gua jadi orang bego dikatain sama yang udah master kita bisa apa ?" Sebelumnya biarkan gua kasih tau putus asa gua cuman berlangsung 1x12 jam. Jadi setelah putus asa besoknya atau 12 jam kedepan gua tetep semangat buat belajar lagi.

Gua juga udah pernah 3 kali ngomong sama si master itu ataupun sama diri sendiri gamau belajar hal tersebut. Hal terbaik yang gua miliki meskipun gua ga pinter tapi gua punya tekad dan semangat yang gigih.

Mulut boleh ngeluh , tapi kaki tetap melangkah!

Master satunya menyebut gua "Bukan Manusia," Sesulit apapun yang gua rasain gua tetep belajar, dihina tetep lanjut, gagal coba lagi, makin ganteng juga harus itu mah haha, apapun segalanya gua lakuin.

Ada juga moment dimana gua harus ngemis sama mereka yang udah hatam sama dunia blogging, kadang wawasan yang kurang luas juga jadi faktor kita serba engga tau.

Alhasil yang terjadi malah udah engga diajarkan pada jalan yang benar , dikata-katain lain. Hati siapa sih yang kuat? Dilan pun gabakal kuat.

Kadang semua cerita ini mau gua kasih tau sama orang yang selalu minta gua ajarin, tapi jadi galakan dia ketika gua gamau kasih tau jalan pintasnya.

Padahal prinsip gua sebenerya bukan tidak mau memberikan jalan pintas , tapi alangkah baiknya seseorang belajar kenyataan hidup.

SEORANG BAYI JUGA MERANGKAK TERLEBIH DAHULU DIAWAL, BARU BISA BERJALAN, SETELAH BERJALAN IA BERLAJAR LAGI UNTUK BERLARI.

Gua juga nyesel pernah mengucap dalam hati BODOH ITU TAKDIR!.

Kenyataan memang tidak mudah , tapi ga seburuk itu.

Bodoh itu Pilihan bukan takdir.

Takdir itu sesuatu yang udah ditakdirkan tuhan seperti lu lahir menjadi anak ibu dan bapa lu. Itu Takdir.

Meskipun begitu tidak semua orang pintar atau punya keahlian itu baik, terkadang mereka yang sudah mempunyai kehebatan jadi lupa daratan.

Sampai akhirnya Pintar itu Anugerah cuman jadi cerita fiktif belaka.

Pisau itu ibarat kita sebagai manusia , Tajam atau tidak itu ibarat pintar atau bodoh.

Meskipun tuhan menciptakan kita dengan segala kesempurnaan tapi kita ga pernah asah kehebatan itu alhasil kita akan kalah dengan pisau yang diciptakan tidak tajam namum mencoba menjadi pisau yang tajam.

Meskipun proses yang panjang tapi setidaknya dia menerima hasil yang baik dari perjalanan waktu yang berat.

Ini kata-kata Om Dedy , Kita kalo belajar sesuatu itu awalnya harus TERPAKSA , setelah kita terpaksa dengan segala sesuatu yang ada lama kelamaan kita akan melihat lingkup kita terus berkembang dan memiliki rasa TERTANTANG.

Setelah rasa Terpaksa dan Tertantang itu ada kita akan mencoba mencari segala hal yang ada supaya kita bisa jadi yang terbaik And then BU'UM kalian bisa dan TERBIASA.

3 Proses yang harus dilalui terpaksa,tertantang,terbiasa.

Jadi kepintaran bisa didapat siapapun bukan hanya orang yang memang diberikan anugerah dari tuhan , dan bodohnya seseorang itu bukanlah takdir melainkan pilihan.

Baca juga Curhatan lainya :

So, temen-temen yang baca artikel ini semoga kalian bisa lebih termotivasi. Karena kadang temen gua sendiri susah gua motivasi tapi dengan adanya Apa Benar Pintar Itu Anugerah Dan Bodoh Itu Takdir ? semoga mereka dapat sedikit membuat matanya terbuka.

1 comment:

Powered by Blogger.