Ads

Sehat Tidak Mudah

Hahahaha....

Biar kita awali diary kecil ini dengan sebuah tawa.

Kadang tawa justru membawa kita kepada hal yang positif baik untuk luar maupun dalam tubuh.

Semalam aku sial lupa memesan nasi akhirnya hanya makan-makanan yang ringan.

Padahal kau tau malamnya Hulk Hitam menyiksaku bagaikan aku tak memiliki hari esok lagi, katanya nanti banyak libur jadi gas dulu hari ini.

Aku bisa apa? Menolak tak mungkin, menerima saja toh ini nantinya aku rasakan sendiri akibatnya.

Ada satu hal yang aku pelajari dari tempat berlatih otot dengan berbagai macam massa besi disana.

Jangan menyetel lagu galau, katanya nanti kita jadi terbawa suasana dan tidak bersemangat.

Padahal bagiku lirik lagu yang terlantunkan justru seperti memberikan sebuah tenaga yang tak bisa aku keluarkan lagi, memang terotak tapi sakit hati itu sumber tenaga terbesar. Bagiku.

Mengapa tidak? Banyak orang melakukan hal diluar kemampuan atau kebiasaannya karena perkara patah, bukan lemah hanya sedang mencari arah untuk sembuh.

Ditambah lagi sekarang jika selesai latihan, kami akan memilih sebuah tempat tongkrongan untuk melepas lelah dan melewati malam agar sedikit lebih panjang disana.

Baru-baru ini juga ada teman baru yang selalu menemani obrolan malam yang tak jelas tersebut, tapi sepertinya kami akan menjalin persahabatan yang berkelas.

Belum ku beri julukan nanti saja ya, takutnya dia hanya hadir untuk sementara dan nanti menghilang lagi.

Sayang karena biasanya nama julukan diberikan kepada orang yang sudah mengenal kita lama dan dekat.

Menjelang tidur, usus ini sepertinya tidak dapat diajak negosiasi dengan baik. 

Ia meraung-raung menyanyikan lagu kebangsaan bagi para usus.


Isi... isi... isi sekarang

Udah saaatnya makan sekarang


Begitulah yel-yel usus ini, mungkin terdengar merdu karena ada kolaborasi usus 12 jari disana, mereka meminta di isi oleh makanan, sementara aku bertahan hanya dengan air putih.

Sudah terlalu malam tidak baik untuk makan makanan berat maupun ringan, menambah angka pada timbangan nantinya.

Paginya aku bangun telat, mungkin latihan intens dan waktu nongkrong yang membuat aku sulit bangun dengan cepat.

Sehat tidak mudah karena ada pengorbanan disana, baik dari segi waktu, uang dan banyak hal lainnya.

Jika kau pikir makanan untuk orang yang sehat murah, coba tanya saja pada Hulk Hitam berapa banyak makanan yang dipilih dan berapa harganya.

Fantastis rasanya harganya dapat membayari 3 orang lain.

Menjelang siang, sepertinya belum ada hal yang bagus untuk diceritakan tapi aku terus menerus memikirkan kelahiran domba yang sedang aku jadikan bisnis belakangan.

Kira-kira nanti anaknya berapa? Karena jika lebih banyak pastinya aku lebih untung.

Dan juga sudah ada perjanjian jika ada domba yang melahirkan dilakukan pembagian, kali ini yang hamil merlyn.

Hitungan lahirannya kurang dari seminggu, kita tunggu saja dan mari kita doakan agar merlyn dan anaknya selamat semua.

Malam datang ada pula berita yang datang.

Biasa... Apa lagi diawal bulan seperti ini, bukannya tak berhati besar membantu tapi aku juga ingin mengajarkan satu hal bahwa ia tidak dapat hanya bergantung kepada orang lain.

Apabila itu berlanjut berangsur-angsur hidupnya akan hancur dan akulah orang yang berdosa nantinya, padahal sudah beberapa kali aku bantu tapi masih saja tidak cukup.

Aku hanya dapat menarik nafas dalam-dalam melihat orang-orang dengan mudahnya meminta uang berkedok kebohongan, membawa anak sebagai senjata untuk mendapatkan rasa simpati.

Meskipun akhirnya aku tetap teguh untuk tetap tidak membantu, aku sebenarnya tidak kuat hati untuk menolak tapi kata Mama itu sebuah keharusan. Dari pada kita menjerumuskan seseorang lebih dalam.

Aku juga binggung mengapa kadang tuhan memberikan aku wajah yang tidak terlalu imut lebih tepatnya galak, tapi hatiku begitu lemah.

Karena itu juga banyak orang yang mencoba memanfaatkan kelemahan itu, entah sampai kapan rasa bersalah dan tidak enakan itu selalu ada yang jelas aku sedang belajar menjadi orang yang lebih cuek. Terkhusus kepada hal yang tak ada urusannya dengan aku. 


3 Oktober 2020


Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.