Ads

Jarum Dan Vena

Semalam dengan penuh was-was aku berlatih kembali, dan aku menyadari sesuatu aku sepertinya melewatkan diary kecil pada tanggal 27.

Sudahlah...

Sepertinya menulis ini tidak dapat selalu aku paksakan, jika apa yang aku tulisan tidak terlalu baik rasanya aku tak puas.

Jadi biarkan saja tanggal 27 kemarin aku membolos.

Meski untuk menulis aku bisa saja membolos tapi untuk kesehatan aku tak lolos.

Tepat pada tanggal 28 saat Rey Dita tercipta, aku melemah tak berdaya disebuah klinik.

Jarum dan botol cairan disiapkan dan dipasang disebuah besi yang nantinya akan menjadi tempat untuk menopang botol cairan yang entah apa isinya, tapi katanya itu baik untuk tubuh.

Dipaksanya masuk ketubuhku yang sudah tak berdaya ini tetes-tetesan cairan tersebut melalui pembuluh darah vena.

Entah mengapa prosesinya cukup membuat aku sehat sejenak, mungkin karena ini adalah pengalaman pertama aku drop hingga harus ke dirawat.

2-3 jam entah pantas disebut dirawat atau tidak yang jelas cukup menegangkan, ketika jarum kecil putih silver itu mencoba menerobos kulit ini.

Aku cukup khawatir dengan bentuk benda kecil yang menyakitkan itu. Aku takut.

Dokter itu sepertinya mengerti akan ketakutan aku, katanya dia sulit mencari vena milikku terlalu kecil katanya.

Dalam benak aku berpikir sepertinya aku yang terlalu takut hingga Venanya pun tak ingin muncul.

Sungguh pengalaman pertama dalam hidup, tapi bener kata orang setelah itu kita akan membaik.

Meskipun sudah membaik dan mendapatkan obat yang harus aku konsumsi beberapa hari kedepan, aku tetap merinding begitu melihat bekas lubang yang dimasuki jarum itu.

Kadang trauma enggan lepas bukan karena apa yang terjadi tergiang terus dalam kepala, namun ada bekas luka yang tak kunjung hilang dimakan waktu.

Tapi setelah itu pastinya akan ada pembelajaran baru dalam hidup, sama seperti saat ini aku lebih memperhatikan lagi kesehatanku.

Mengurangi dan mulai melepas apa yang menjadi kebiasaan buruk, meminum minuman yang tidak baik bagi tubuh mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat.

Katanya cara mencintai paling baik adalah dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

Dan saat ini aku sedang melakukan itu, mencintai diriku melebihi siapapun yang katanya pernah mencintaiku.

Padahal baru sembuh, semalam aku sudah beraktivitas layaknya orang yang tak pernah mendapatkan pengobatan ataupun sedang dalam masa pemulihan.

Aku kembali menuntut ilmu keseahtan pada Hulk Hitam dan juga Bebek Galau yang selalu bermimpi untuk mendapatkan tubuh indah kami berlatih bersama kembali.

Percaya atau tidak aku dibuat tak memiliki tenaga lagi oleh PT andalan tersebut bahkan ketika ingin duduk dibawah lantai saja, tangan ini sudah tak sanggup menopang beban tubuh ini.

Mungkin aku yang masih gemuk tapi biasanya kuat-kuat saja, mendengar penjelasan dari Hulk Hitam katanya wajar saja karena aku sudah membolos beberapa hari dan kondisi tubuhku sedang pemulihan.

Tapi apakah kau tau setelah aku memutuskan untuk menyelesaikan latihan kemarin dengan cepat apa yang aku lakukan? Aku kembali bermain bola.

Jujur saja aku tak merasakan lelah ketika sedang bermain, tapi memang ada yang berbeda dari tendangan yang aku berikan, lebih lemah dan sulit diarahkan. Dari situ aku mengerti aku memang tidak sedang dalam kondisi prima.

Bagaimana hari ini? Tidak terlalu menarik, membosankan dan aku jenuh sepertinya.

Hidup sehat ataupun tidak rasanya jika dijalani secara terus menerus akan membuat kita jenuh juga, seperti halnya kita melihat pemandangan pantai disetiap bangun tidur.

Awalnya akan terucap berbagai syukur kepada tuhan atas apa yang sedang dirasakan, namun jika sudah berbulan-bulan sepertinya akan membosankan dan justru diri kita lebih memilih suasana baru yang berbeda.

Intinya tetap konsisten dengan apa kita jadikan sebuah tujuan, tanpa usaha ketekunan dan niat yang besar tidak akan ada hasil yang maksimal.

Oh iya, karena aku sempat drop aku belum berhasil mendapatkan angka targetku pada akhir bulan ini. Tapi aku masih tetap berusaha yang terbaik, terimakasih untuk bulan September semoga tahun depan kita bertemu kembali memupuk kisah-kisah indah yang belum tertulis.


30 September 2020

No comments

Powered by Blogger.