Tugas Lawan Beban
Pagi yang begitu sulit, alarm kerja belum berbunyi tapi panggilan alam sudah bernyanyi.
Semalam aku diberikan sebuah teh yang katanya sehat untuk metabolisme tubuh, untuk orang diet, dan penghancur berbagai kuman penyakit yang sudah bersarang dalam tubuh. Lebih mudahnya itu seperti obat pencuci perut.
Bangun dengan mata yang rapat, aku mencoba menyelesaikan tugas alam.
Lega rasanya, tapi benar memang rasanya lebih ringan. Tubuh seakan kembali bergenerasi dari yang tidak baik menjadi baik.
Sayangnya aku awam dalam sehari aku aku berhasil 3 kali mendapatkan panggilan alam dan harus bertarung dikamar mandi, dalam waktu yang cukup singkat.
Lalu munculan delusi-delusi lucu yang tercipta oleh kata, sepertinya lambung yang berbicara kepada gerbang akhir yaitu anus.
Bro lu mau ngeluarin apa kgk sih? Kata anus bikin cape kerjaan gua aja tambah dumelnya.
Gua lagi kompromi sama si bos nih, kaga ada isinya gua gimana mau kasih ke elu? Sambung lambung dengan cepat.
Memang aku sedang menjaga porsi makan dengan baik, yang biasanya brutal dan tak terkontrol kini sudah ada yang takarannya.
Punya tubuh sehat nyatanya lebih nikmat, meskipun kadang banyak harus banyak baca doa agar dihindarkan dari godaan setan.
Contohnya semalam, karena target perusahaan yang aku berikan tercapai aku harus membayar janjiku yang sudah dinanti oleh para patner kerjaku. Sebagai salah satu ikan besar aku harus menempati setiap perkataan yang sudah pernah aku lontarkan.
Meskipun notabennya aku adalah bandar dari makanan yang akan dimakan mereka, aku hanya sanggup memakan 15 stick kentang dan meminum blueberry soda.
Padahal ada hainam ayam, steak daging, burger, spagetti dan masih banyak lainnya.
Aku tak dapat memakan itu, sebenernya bukan tidak dapat hanya tidak boleh. Hulk Hitam akan menghukum siapa saja yang tidak konsistem dengan tujuan.
Jujur saja hanya burger yang mengoda begitu parah. Sebuah roti dengan daging ayam cripst ditengahnya.
Dia (Burger) Memang hanya diam, tapi aromanya seolah memanggil aku. Tersusun aku merasakan sakit yang lebih pedih dari sebuah sendu.
Aku hanya dapat tersenyum sambil mengatakan sebuah kalimat sok kuat dalam hati, "Aku kuat tanpamu".
Asal kau tau saja, sakit dari sebuah pengkhianatan tidak terlalu apa. Tapi ketika ada makanan didepan mata tapi tak dapat dimakan itu lebih sakit.
Acara makan-makan ini adalah sebuah tugas, juga sebuah lawan dengan beban yang tak ringan.
Semuanya dilalui dengan baik, tidak tercolong ataupun terkolong. Diet hari semalam berhasil.
Hari ini datang dimana pekerjaan harus diselesaikan dalam kurun waktu singkat, semua orang sibuk akan tugasnya dan embel-embel yang melekat.
Tiba-tiba aku teringat, alasan aku tetap kuat. Dia seseorang yang pernah aku doakan agar selalu bahagia tanpa pernah aku harapkan untuk aku jadikan sebuah pelabuhan.
Aku selalu berharap dia bahagia, jika tidak biar aku yang bantu bahagiakan pastinya dengan caraku bukan seperti laki-laki lain yang menjatuhkannya tanpa rasa kasihan dan meninggalkannya.
Bagiku mencintai kini lebih sederhana, mendapatkan kabar atau sekedar mendapatkan perbincangan panjang itu sudah cukup. Cukup dari pada harus bersandiwara seolah paling cinta sementara dalam benak terbesit untuk tak bisa diam dengan satu hati terlalu lama.
Belum ada cerita bagus yang dapat ku ceritakan untukmu diary kecilku, tapi nanti Ikan Egois akan melakukan Photo Pernikahan, aku menjadi temannya.
Meskipun belum iri saat ini, tapi aku sudah mendapatkan angan-angan bagaimana jika nantinya aku yang akan melakukan hal tersebut.
Aku akhiri saja hari ini lebih cepat, karena sepertinya tidak ada yang penting.
2 Oktober 2020
Baca juga :


Post a Comment