Paradigma 2025
Markas Cetar - kali ini membagikan diary kecil dengan judul Paradigma 2025 ini hanya ungkapan yang tidak tersalurkan oleh mulut jadi kalau suka silahkan dinikmati jika tidak maka ini hanya tentang menyelesaikan ego semata.
Paradigma 2025
Jujur saja memberikan angka pada judul kadang menjadi sebuah ikon pengingat bagiku, entah mengapa rasanya jika memberikan latar waktu pada tulisan sepertinya memberikan pesan kepada diriku sendiri dimasa depan yang akan membaca goresan-goresan ini.
Harap dimaklum terkadang dimasa depan kita tidak bisa memprediksi apakah mood sedang baik, sedang galau, maupun sedang gabut. Namun diriku biasanya akan tersenyum kecil ketika membaca segala yang pernah dimuat dalam blog ini.
Lalu mengapa judulnya Paragdima 2025 ? Secara umum Paradigma dapat diartikan sebagai cara padang seseorang, aku perkecil istilahnya karena itulah yang ini dijelaskan disini. Bagaimana cara pandangku pada tahun tersebut.
Jujur, 2025 menjadi tahun yang mana awalnya memberikan sebuah api semangat yang begitu menyala.
Meskipun ketika ku menuliskan ini masih dalam tahap pertengahan tahun namun rasanya sudah tidak sanggup jika tidak meninggalkan sebuah tulisan untuk diriku sendiri dimasa depan.
Lebih tepatnya ini memberikan check-point diri sendiri agar tetap mengingat apa yang terjadi dari tahun ke tahun, dan selalu dapat mencoba mengingat pengalaman apa yang sudah pernah dilalui agar kedepannya lebih baik, memang itu hanya harapan semata tapi yang namanya masa depan tidak dapat diprediksi.
Dalam kondisi tahun tersebut banyak sekali goncangan hidup yang ada, seperti layaknya naik roaller coster begitu memacu adrenalin dan juga banyak sekali keputusan maupun hal-hal yang terjadi pada tahun ini.
Aku lebih ingin membahas bagaimana hidup ditahun ini, meskipun segalanya semakin rumit tapi itu yang membuat hidup menjadi asik, menarik tapi pastinya juga bikin panik.
Jika disamakan dengan ramalan bintang, pointnya mungkin seperti; percintaan yang ibarat Tv zaman dahulu yang masih abu-abu, keuangan layaknya air terjun yang cenderung mengalir ke titik yang lebih rendah, karier menjadi fluktuatif yang berubah semakin aktif kadang juga pasif, serta tensi kekhawatiran akan masa depan semakin melonjak tinggi dari hari ke hari.
Banyak kurangnya tapi juga ada baiknya yaitu menambah pikiran, lebih baik punya banyak pikiran dari pada ga ada pikiran. Kenapa ? Karena kita hidup jika masih memiliki pikiran.
Tapi ditahun ini apa yang diimpikan sekali lagi sedikit lebih baik, mungkin hanya itu dari tahun ke tahun.
Mimpinya yang semakin besar, tapi langkahnya yang semakin kecil.
Sial sekali... Enggan mengakuinya tapi itu kenyataan yang nyata.
Jika dihari-hari lalu ingin memiliki usaha yang banyak dan mendapatkan berbagai aliran keuntungan pertahunnya. Sepertinya ditahun ini sudah tidak ingin lagi, mungkin lebih tepatnya tidak bisa lagi karena banyak hal yang berubah dari yang awalnya bisa menjadi tidak bisa.
Namun sekali lagi akan ditekankan, aku lebih jauh lagi berkhayal untuk impian diriku sendiri.
Jika dulu ingin menjadi pengusaha sukses yang memiliki berbagai cabang dan juga penghasilan yang fantastis, sekarang sedikit lebih melebar lagi. Katanya karena beberapa kejadian dalam hidup seseorang dapat merubah alur ceritanya dimasa depan mungkin itu juga alasannya.
"Peradaban", mungkin hanya itu yang dapat aku bagikan dari apa yang ingin aku capai nantinya dimasa depan. Akan ku usahakan sebaik mungkin dan akan ku pelajari apa yang ingin aku gapai.
Rasanya senang jika memiliki sebidang tanah yang luas, yang nantinya dapat menjadi jaminan dihari tua. Menjalankan hoby yang dulu ketika muda tidak dapat dilakukan, menjadi orang yang menjalani hoby sekaligus mendapatkan keuntungan.
Memiliki berbagai sarana-prasana penunjang yang juga akan mendapatkan keuntungan, menjadi Tuan dari segala yang berdiri diatas tanah tersebut. Memikirkannya saja sudah indah, tapi mewujudkannya pastinya tidak mudah itulah alasannya disebut berkhayal.
Hampir lupa, jangan tidak percaya kepada perkataan uang dapat merubah segalanya. Karena pada tahun ini banyak sekali Karakter yang tadinya cukup baik dan terlihat memiliki respect berlebih menujukan keasliannya.
Pernah diucapkan seseorang kepadaku, ketika seseorang diatas katanya hantu saja bisa mengakui kita sebagai sanak saodara, namun ketika seseorang yang sedang dibawah jangan-kan saudara bahkan hantu saja tidak ingin dekat-dekat. Aku disclaimber dulu, ini hanya sebuah analogi, jujur takut disomasi ataupun memiliki pembaca yang hatinya laperan eh maksudnya baperan.
Namun perkataan tersebut sudah kurasakan dengan baik, aku sendiri menjadi saksi atas perkataan dari seseorang itu kepadaku.
Bagaimana mata yang dahulu melihat kita dengan tatap berbinar berubah menjadi mata yang bahkan sekedar bertatap saja tidak ingin, manusiawi itu juga kata dari orang yang pernah bercerita kepadaku.
Tapi itulah yang asik, sejatinya nasib baik buruknya semua insan didunia ini tidak dapat diprediksi maupun dikalkulasi. Tuhan pecipta semesta alam selalu adil pada kita ciptaannya.
Hanya saat ini mungkin belum jatuh kepada namamu saja, saranku jika itu juga terjadi pada dirimu jangan bersedih dan jangan patah semangat. Pastikan optimis dan katakan tidak! pada pesimis.
Sebab hari-hari esok itu akan menjadi bahan bakar terbaik bagi dirimu.
Oh ada lagi, selain kehidupan yang pelik ditahun banyak juga kesalah-pahaman ditahun ini. Ini yang seru diabadikan.
Mari beranalogi kembali.
Pada tahun ini juga ada cerita menarik tentang Raja Putih Dan 3 Pion Putih. Cerita ini sedikit meguras hati dan tragis.
Tapi setelah kujalani hidup ini, istilah yang baru saja kusebutkan diatas akan coba tidak urai dengan baik dalam blog ini.
Aku bersyukur melewati tahun ini dengan begitu baik, meskipun semuanya tidak benar-benar baik. Namun setidaknya aku masih benar-benar menjalani apa yang katanya tidak mudah, tidak bisa bahkan mustahil bahkan sampai artikel ini terposting.
Itu saja, jangan lupa juga untuk selalu bersyukur dan tidak pernah mengukur kebahagiaanmu dengan kebahagiaan orang lain. Sebab menjadi diri sendiri pastinya selalu punya nilai lebih.


untuk diri sendiri : terima kasih sudah berjuang sampai saat ini. berbanggalah. berbahagialah. lakukan semua yang km gemari . di dunia yang sepi ini, hanya diri kamu yang bisa di andalkan. trima kasih sudah bertahan.
ReplyDelete