LDR
Markas Cetar - menceritakan sedikit pendapat tentang hubungan LDR dari berbagai orang, mulai dari yang bilang bisa sampe yang bilang berat.
Buat mereka, dua pasangan sejoli yang sedang merajut kasih setiap rintangan itu pasti ada dalam setiap hubungan. Tapi yang terberat mungkin adalah sebuah hubungan yang tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua.
Namun ada satu lagi bagian tersulit dan rata-rata semua hubungan yang sudah terjalin lama juga pupus ditengah jalan. Yaitu hubungan jarak jauh, mungkin kita lebih sering mendengarnya dengan sebutan LDR.
LDR itu apa sih? Sekejam itukah?
LDR singkatan dari Long Distance Relationship, tapi kebanyakan temen-temen gua bilang Rela Dibohongin Sip. Beti-beti tapi kalo dirasain iya bener.
Hari ini tepatnya masih pagi maybe kira-kira jam 9.30 ada pesan masuk kontak facebook gua yang mencoba mengoda gua, karena gua commentar disalah satu foto cewe cantik.
Perbincangannya seputar foto cewe cantik, sampe akhirnya dia nanya "Emang engga minat sama yang di foto ?". Mungkin ini penghiburan dari tuhan setelah patah hati yang ga berkesudahan ada juga yang hibur.
"Minat bro, tapi engga ah..."
"Loh kenapa? Janga bawa serius pengisi waktu luang saja, atau sudah ada cewe ya?" balasanya cepat.
"Gua masih pengen sendiri bro, ada hati yang perlu dijaga meskipun gua ga pernah tau dia masih pantas di jaga atau engga."
"Oh... Kenalin dong"
"Udah mantan..."
"LDR ?"
"Iya 4 bulanan yang lalu jadi korban LDR, sekarang udah agak sehat gua jadi Pasien LDR"
"Begitulah LDR, tapi jadoh itu bakal ketemu."
Cihhh, seketika gua engga membalas pesan itu, percaya atau tidak cinta itu hanya sebuah kebiasaan.
Karena dia dulu terbiasa sama lu maybe dia jadi bergantung sama lu, keterbiasaan itu akan hilang saat dia bertemu orang lain dan mendapatkan kebiasaan baru. Mengerti sampe sini?
Dan lu mau bilang setelah jodoh lu bertemu dengan orang lain, dan dia masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.
Sudah lupakan.
Boleh menghibur diri, tapi jangan membohongi diri sendiri. Bukan membuat lebih baik itu lebih menyakitkan.
Tapi ada LDR yang berhasil, meskipun jujur seandainya pasangan satunya lagi melihat yang dilakukan orang yang dia cinta itu pasti bakalan kecewa.
Gua punya satu temen dia salah satu dari Anggota LDR, pacaran udah 6 tahun tapi harus LDR ketika dia mencoba cari harapan ditanah orang.
Seperti Gua pernah menyebutkannya dalam Filosofi Kacang Hijau , bahwa yang terberat dari hubungan jarak jauh adalah si cewek yang kesepian, dan si cowo yang butuh menahan diri.
Jadi ketika LDR ini si cewe lah yang berulah, mereka tetap berhubungan via chat, by phone ataupun video call. Bahkan terkadang gua sampai iri.
Setelah pulang dari pekerjaan dipastikan mereka selalu menghubungi satu sama lain.
Intinya gua yakin mereka adalah pasang LDR terbaik.
Tapi dibalik itu semua gua ketahui si cewe sering ngajak cowo lain buat keluar baik sekedar makan, jalan bareng dan nonton. Positifnya adalah temen, tapi siapa yang percaya kalo temen mereka harus pergi berdua? kalo masih percaya coba ditest dulu jiwanya ke Psikiater.
Meskipun gua mengetahui jelas kejadian tersebut, gua engga pernah kasih tau cowonya. Cowonya setia tapi cewenya mendua.
Meskipun berakhir dalam sebuah ikatan suci, tetep aja engga menutup kemungkinan jika cowo akan kecewa kalo mengetahuinya.
Berbalik dari semua itu dan semua cerita yang gua berikan diatas, Kuat tidaknya, baik-buruknya semua itu mutlak berasal dari kepribadian masing-masing.
Pasalnya jika kita keluar rumah dan meninggalkan rumah dengan cara dikunci serta memberikan kunci kepada seseorang didalamnya. Lalu rumah itu masih bisa ada yang masuk bukankah orang tersebut yang menjadi penentu si tamu dapat masuk atau tidak?
Sama dengan hubungan.
Intinya LDR adalah sebuah rintangan. Dan cinta adalah kebiasaan. Menghindarlah dari sesuatu yang membuatmu terbiasa jika kamu sudah memiliki kebiasaan lama. Paham?
Kelvin
03-07-2018
Baca juga Curhatan lain:
![]() |
| Imajinasi orang LDR |
Namun ada satu lagi bagian tersulit dan rata-rata semua hubungan yang sudah terjalin lama juga pupus ditengah jalan. Yaitu hubungan jarak jauh, mungkin kita lebih sering mendengarnya dengan sebutan LDR.
LDR itu apa sih? Sekejam itukah?
LDR singkatan dari Long Distance Relationship, tapi kebanyakan temen-temen gua bilang Rela Dibohongin Sip. Beti-beti tapi kalo dirasain iya bener.
Hari ini tepatnya masih pagi maybe kira-kira jam 9.30 ada pesan masuk kontak facebook gua yang mencoba mengoda gua, karena gua commentar disalah satu foto cewe cantik.
Perbincangannya seputar foto cewe cantik, sampe akhirnya dia nanya "Emang engga minat sama yang di foto ?". Mungkin ini penghiburan dari tuhan setelah patah hati yang ga berkesudahan ada juga yang hibur.
"Minat bro, tapi engga ah..."
"Loh kenapa? Janga bawa serius pengisi waktu luang saja, atau sudah ada cewe ya?" balasanya cepat.
"Gua masih pengen sendiri bro, ada hati yang perlu dijaga meskipun gua ga pernah tau dia masih pantas di jaga atau engga."
"Oh... Kenalin dong"
"Udah mantan..."
"LDR ?"
"Iya 4 bulanan yang lalu jadi korban LDR, sekarang udah agak sehat gua jadi Pasien LDR"
"Begitulah LDR, tapi jadoh itu bakal ketemu."
Cihhh, seketika gua engga membalas pesan itu, percaya atau tidak cinta itu hanya sebuah kebiasaan.
Karena dia dulu terbiasa sama lu maybe dia jadi bergantung sama lu, keterbiasaan itu akan hilang saat dia bertemu orang lain dan mendapatkan kebiasaan baru. Mengerti sampe sini?
Dan lu mau bilang setelah jodoh lu bertemu dengan orang lain, dan dia masih memiliki perasaan yang sama seperti dulu.
Sudah lupakan.
Boleh menghibur diri, tapi jangan membohongi diri sendiri. Bukan membuat lebih baik itu lebih menyakitkan.
Tapi ada LDR yang berhasil, meskipun jujur seandainya pasangan satunya lagi melihat yang dilakukan orang yang dia cinta itu pasti bakalan kecewa.
Gua punya satu temen dia salah satu dari Anggota LDR, pacaran udah 6 tahun tapi harus LDR ketika dia mencoba cari harapan ditanah orang.
Seperti Gua pernah menyebutkannya dalam Filosofi Kacang Hijau , bahwa yang terberat dari hubungan jarak jauh adalah si cewek yang kesepian, dan si cowo yang butuh menahan diri.
Jadi ketika LDR ini si cewe lah yang berulah, mereka tetap berhubungan via chat, by phone ataupun video call. Bahkan terkadang gua sampai iri.
Setelah pulang dari pekerjaan dipastikan mereka selalu menghubungi satu sama lain.
Intinya gua yakin mereka adalah pasang LDR terbaik.
Tapi dibalik itu semua gua ketahui si cewe sering ngajak cowo lain buat keluar baik sekedar makan, jalan bareng dan nonton. Positifnya adalah temen, tapi siapa yang percaya kalo temen mereka harus pergi berdua? kalo masih percaya coba ditest dulu jiwanya ke Psikiater.
Meskipun gua mengetahui jelas kejadian tersebut, gua engga pernah kasih tau cowonya. Cowonya setia tapi cewenya mendua.
Meskipun berakhir dalam sebuah ikatan suci, tetep aja engga menutup kemungkinan jika cowo akan kecewa kalo mengetahuinya.
Berbalik dari semua itu dan semua cerita yang gua berikan diatas, Kuat tidaknya, baik-buruknya semua itu mutlak berasal dari kepribadian masing-masing.
Pasalnya jika kita keluar rumah dan meninggalkan rumah dengan cara dikunci serta memberikan kunci kepada seseorang didalamnya. Lalu rumah itu masih bisa ada yang masuk bukankah orang tersebut yang menjadi penentu si tamu dapat masuk atau tidak?
Sama dengan hubungan.
Intinya LDR adalah sebuah rintangan. Dan cinta adalah kebiasaan. Menghindarlah dari sesuatu yang membuatmu terbiasa jika kamu sudah memiliki kebiasaan lama. Paham?
Kelvin
03-07-2018
Baca juga Curhatan lain:



Post a Comment