Ads

Bunga Tidur

Markas Cetar - membagikan sebuah isi curhatan Bunga Tidur yang ditulis berdasarkan hati yang sedang gulana.

Bunga Tidur
Bunga Tidur
Bunga Tidur

Hari ini kembali ingatan itu kembali, ingatan tentang seseorang yang pernah memberikan semangat sukacita dan rasa untuk belajar memperjuangankan sesuatu.

Dia yang pernah mengisi lembaran demi lembaran kehidupan milikku dengan canda, senyumnya, dan larangan yang berujung seperti seorang ibu yang memarahi anaknya. Menyebalkan tapi kurindukan.

Genap setahun sudah selepas kepergianmu, aku mencoba membangun sebuah tembok penghalang serta mencoba memutus jauh berbagai aspek kehidupan tentangmu.

Meski sekarang sudah hadir dia yang lain, hati ini tetap dingin seperti tak berasa, seperti menunggu sebuah hangat yang hilang entah kemana.

Dan rasa itu tak bisa berbohong.

Hal yang paling ditakuti akhirnya tiba, mengapa kau datang kepadaku? Taukah engkau itu begitu menyakitkan? Meskipun itu bunga tidur, itu cukup membuat diri ini tak berdaya.

Gelisah ini tak bertuan, marah ini tak berdasar. Luka lama yang belum sembuh namun sudah tergores lagi.

Semua berjalan seperti nyata, kau yang sedang melihat aku tertidur lelap sembari senyum manis juga mencoba mengelus pipiku dan berkata "Dasar Kebo".

Jika kau mengingatnya, ini sama...., ini nyata... Kita pernah seperti ini dalam kehidupan nyata. Sempat ku coba mencoba membuat diriku ini berpikir lebih realitis, yang sudah biarlah sudah.

Setelah itu aku tak baik, tembok yang kubangun hancur diterjang badai.

Hanya ini sebatang rokok filter yang menjadi kawanku untuk bercerita dalam diam, mencoba mengunkapkan semua isi hatiku pada setiap asap yang terhembus keluar dari mulut ini.

Aku tak karuan juga tak dapat berpikir jenih, biasanya tak begini, tapi tentangmu itu sebuah pengecualian.

Sekilas berpikir apa aku salah dengan hati yang baru? Tak teraba dan tak dapat dimengeri arti semua ini.

Satu hal yang dapat aku lakukan saat ini, dimana pun cinta yang hilang itu berada. Baik dia merasakan hal yang sama atau tidak, ingin kuberi tahu dirimu.

Aku disini dengan rasa yang sama, dengan doa yang sama, dengan mimpi yang sama, seperti yang dulu pernah kita impikan bersama.

Bukankah tuhan pernah membawa kabar baik kepadaku, ini tentangmu, si cantik pembawa kabar baik dari tuhanku.

Baca juga Curhatan lain:

No comments

Powered by Blogger.