Undangan Dosa
Semalam aku terlelap tanpa ada aba-aba.
Aku kembali bolos latihan.
Tapi tak apa aku berpikir untuk membakar kesalahan menimbun lemak yang sudah dilakukan semalam hari ini.
Dari pagi aku sudah merasa ada yang menganjal entah apa. Tapi perutku rasanya begitu begah.
Makan berlebihan tidak baik sungguh jika waktu bisa diulang aku tidak ingin melakukannya.
Rasanya seperti apa yang sudah di perjuangkan dihari sebelumnya hilang begitu saja.
Apala lagi soal cinta, hadeh....
Intinya sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik, baik makan maupun minum.
Siang harinya aku berpikir untuk berpuasa nasi hari ini, berdalih puasa nasi aku memakan kwetiau atau mie tiau tergantung bagaimana kau membacanya kawan.
Nyatanya Hulk Hitam sebagai salah satu PT andalan mengatakan kwetiau atau mie tiau ini tidak lebih baik dari pada nasi.
"Kwetiau itu tepung... Bagusan nasi dari pada kwetiau"
Aku hanya dapat tercegang, terdiam dan cukup berpikir aku bodoh.
Ingin menunjukan bahwa aku bersungguh-sungguh dalam latihan ini, yang ada malah mendorong diri ke jurang yang dalam.
Sejujurnya aku tak masalah karena aku pikir hari ini akan ku bayar dengan dengan latihan keras, kalau bisa sampai aku tak memiliki tenaga untuk berdiri.
Meskipun nantinya begitu lelah aku paham betul ketika beristirahat dan tidur lelap kekuatanku akan penuh.
Aku juga menunjukan beberapa hasil diary kecil ini, kepada hulk hitam.
Dia mengatakan aku cukup baik dalam kosa kata, tapi dia mengatakan bahwa membacanya membuatnya diserang zat Hipnotikum.
Aku cukup kaget, dan tertawa.
Wajar saja, bukankah aku hanya seorang penulis amatir yang mencoba mengungkapkan isi hati walau kadang sedang getir-getirnya?
Aku tak perduli bagaimana orang menilai tulisan ini, intinya bagiku menulis adalah sarana agar isi hatiku dapat terlampiaskan.
Karena mulut ikan saja jika tidak dijaga dapat mengundang maut, apa lagi manusia.
Lebih baik merangkai kata, dari pada mengudang sara.
Aku juga mendapatkan kosa kata dari PT andalan, katanya "kita selalu benar menurut cerita versi kita"
Bisa cocok jadi qoutes tapi sepertinya orang bertubuh munggil, padat, berotot besar seperti dia lebih cocok mengangkat galon dari pada mengikutiku merangkai kata.
Indah bukan satu arah, tapi bertemu ditengah. Aku setuju kaupun setuju. Sambarnya lagi.
Jujur aku ingin tertawa tapi memang bagus kata-katanya, meskipun aku tak mengerti untuk siapa dia jelaskan kata-kata itu.
Aku cukup mengalah dengan mengiyakan setiap qoutes yang diberikan, yang aku sendiri tak yakin jika itu terlintas dalam pikirannya.
Mengalah bukan untuk kalah tapi untuk melangkah, prinsipku bagus bukan? Aku lebih memilih tidak berdebat.
Menjelang malam aku memintanya untuk dibantai hari ini, nyatanya ada kabar buruk.
Ada dosa yang sudah mengundang dan tak dapat dihadang.
Entah mengapa setiap disetiap rencana yang dibuat manusia kadang semesta seperti tidak pernah mengizinkan.
Aku ingin menolak, tapi aku tak dapat mengelak.
Pasalnya aku juga tidak suka menerima penolakan apalagi atas kebaikan, jadi aku kompromikan dengan keadaan.
Aku memilih menghadiri dosa namun dengan benteng iman yang sudah siap menjaga.
Sudahku pastikan akan bertemu dengan godaan yang kuat tapi akan ku hadang dengan pagar konsisten dan niat.
Yang terpenting katanya adalah niat dan konsisten, bukan malah jadi sekedar argumen ataupun malah jadi pasien.
Prediksi aku tentang nanti juga sudah ada, aku harus bagaimana? Yang jelas aku akan biasa saja.
Kadang keadaan akan berubah banyak setelah seseorang ada yang menyakiti dan tersakiti.
Orang jahat terbentuk dari orang baik yang tersakiti.
Apa aku tersakiti dan menjadi jahat? Hampir, tapi tak jadi.
Aku juga mendapatkan kabar Bebek Galau ikut kedalam lubang dosa yang sama, hahaha....
Kami sama berdosanya, sama tidak konsistennya dan sama kalahnya.
Lupa .. Bebek Galau adalah salah satu teman lawan jenis yang aku kenal disini ditempat dimana katanya harapan akan menjadi kenyataan.
Dia cukup baik, meskipun sedikit hyper aktif.
Bebek Galau dan aku sama, kami sedang membakar perternakan lemak.
Meskipun sebenarnya dia memiliki posisi penting diperusahaan tapi ia tampak ramah.
Sebenarnya ini julukan yang aku buat karena dia sering melakukan Squad dalam waktu yang lama.
Katanya biar ideal tubuhnya, meskipun dia suka menawar ditempat latihan. Dia cukup gigih dalam hal berlatih walaupun kadang sampai merintih.
Aku pulang cepat hari ini, dan sepertinya akan bertemu juga dengan yang pernah ada dihati.
Semoga tidak tersakiti dan pulang dengan dosa yang tak terlalu membebani.
22 September 2020
Baca juga :


Post a Comment