Ads

Pelarian Tak Berujung

Markas CetarPelarian Tak Berujung ini tersirat dalam tulisan ini mengingatkan sesuatu yang dinamakan kenangan.

Pelarian Tak Berujung
Pelarian Tak Berujung
Pelarian Tak Berujung

Sulitnya melupakan orang yang kita cintai adalah hal yang wajar, ketika tidak merasakan hal tersebut justru barulah itu tidak wajar. Karena ketika hati dibuat patah bukan perkara seberat sulit melepaskan tapi ini tentang hal lain. Kapan datangnya masa-masa melupakan?

Banyak dari kita mencoba berlari dari setiap masalah mencoba menghindari segala rasa yang dianggap tak'an ada jalan keluarnya. Ini soal hati bung! bukan makanan yang tidak dapat kau habiskan lalu dapat dimakan oleh binatang liar dijalanan.

Sudah kucoba, berlari jauh bahkan melewati kota-kota yang asing, samudra yang berbeda, kondisi lingkungan yang tak bersahabat. Untuk apa? Melupakanmu cinta.

Pada akhirnya aku merasa melupakanmu hal yang mudah, tapi berlaku sesaat. Ketika mata tidak dapat melihat dirimu sedikitpun, jauh dari suhu tumbuhmu yang selalu hangat mendengkapku dulu. Aku bisa kataku.

Berhari-hari aku jalani sendiri sepi dalam hiruk pikuk pekerjaan yang kadang memikirkanmu saja tak sempat. Metode terbaik move on adalah menyibukan diri.

Boleh aku sedikit mengaku?  Aku memikirkanmu disetiap malamku, berharap kau berada disampingku dan dapat kuusap dengan halus rambutmu saat kau tertidur lelap, dan kau menjadi alasan disetiap pagi aku terbangun dengan bersemangat dan selalu ingin bekerja lebih giat.

Tapi aku tau itu hanya sekedar angan, bukankah kenyataan yang memisahkan kita? Aku terlalu egois jika terus ingin bersanding denganmu. Apalah aku hanya seorang pemuda yang biasa saja. Namun soal rasa ini padamu aku tak pernah biasa.

Itu kenyataan, cinta yang luar biasa saja tak cukup. Kau perlu makan bukan? Peralatan make upmu? Kau cantik dan begitu sempurna. Pasti orang tuamu mengharapkan seseorang yang lebih layak dibandingkan aku..

Aku mengerti, aku sungguh-sungguh mengerti. Ini demi kebaikanmu bukan? Pilihan orang tuamu pastilah yang terbaik.

Jika sahabatku bercerita tentang cintanya yang gagal berkat hubungan jarak jauh atau kerap disebut LDR. Kita tidak, bukankah dulu kita menjalani hari bersama dengan gembira? kita habiskan waktu bersama dia tempat memiliki banyak jenis permainan? Tak heran jika yang memiliki hubungan jarak jauh kandas ditengah jalan. Ada jarak dan rindu yang memisahkan. Lalu bagaimana yang kita jalani?

Sejak itu aku mengerti, bukan alasan jarak ataupun rindu, dekat ataupun jauh, sering bertemu ataupun tidak. Rasanya sama bukan? Sahabatku ditinggalkan. Aku juga begitu.

Mungkin pelarian adalah cara tebaik, tidak perlu terlalu mengurus apa yang ada. Menghilang sejenak akan memperbaiki keadaan. Semua akan baik-baik saja tanpaku. Hatiku mengucap.

Seribu hari lebih aku pergi jauh, melangkah aku dari garis nyaman. Mencoba peruntungan serta mematikan rasa. Lalu apa hasilnya? Tidak ada, peruntungan tidak berpihak.

Untuk urusan hati tunggu aku bertemu denganmu. Jika kau tanya kenapa? Karena jika aku menatapmu dengan tatapan yang sama tapi dengan rasa yang tak sama, aku berhasil. Jika nantinya aku menatapmu dengan tatap yang beda namun dengan rasa yang sama, Artinya aku gagal.

Hari demi hari terlewatkan, binggungnya rasa ini tak kunjung hilang. Meski tak separah dulu kuharap rasa ini benar-benar lenyap. Sesungguhnya aku mengerti didunia ini tidak ada orang yang bisa dengan benar melupakan seseorang, terkecuali dia amnesia.

Saat ini aku pulang, taukah engkau? aku masih menjadikanmu satu-satunya wanita yang ingin kulihat dibatas kota ini? Kau yang menyambutku dengan senyum. Sayangnya rasa itu tidak perah ku dapati.

Hangatnya peluk kudapat dari kawan-kawanku. Itu cukup untuk membuatku lega setidaknya ada pundak untukku berbagi beban.

Sejujurnya sejak kepulanganku, bertemu denganmu adalah yang begitu kuhindari. Aku takut menghadapi kenyataan.

Tapi mungkinkah ini takdir? Semesta mempertemukan kita, akupun tak ingin melawan pada alam.

Bertemu denganmu seperti bertemu dengan api ditengah badai salju. Hangat yang terasa begitu terasa, sekujur tubuhku tak dapat berbohong. Aku merasakannya tatap yang beda dengan rasa yang masih sama.

Jika boleh biarkan aku memelukmu, ijinkan aku melepas belunggu rindu yang selama ini menyiksa. Apa ini yang dinamakan telepati? Aku hanya mengucapkannya dalam hati tanpa berkata sepatahpun. Dan kita hanya saling bertatap beberapa detik bukan?

Kau datang dan memeluku dengan erat, secara tak sadar akupun tersenyum. Apakah ini mimpi? Selama ini kenyataan tak pernah semanis ini. Rasanya ada genagan air yang terserap dibajuku, kau menangis seperti menahan rindu yang menyiksamu selama ini. Kubalas peluk itu, peluk yang hangatnya menenangkan jiwa yang gusar. Harusnya aku tau rindu ini bukan hanya datang kepadaku tapi pada kita.

Setelah pertemuan itu, aku menjadi berbeda. Seseorang yang takut akan hari esok. Takut jika semesta kembali memisahkan kita. Atau memang benar survei yang dikatakan orang-orang? bahwa 90% orang menikah justru bukan dengan orang yang benar-benar dicintai.

Satu hal yang ku ketahui. Kau adalah wanita yang berani dengan benar menyatakan perasaan yang kau rasakan. Dan harapanku saat ini kau adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan hati ini.

Ada 3 hal yang ingin kau ketahui dengan jelas, kembalilah jika memang :

  1. Kau memang takdirku
  2. Kau sudah berubah
  3. Kau menginginkan diriku dan akupun menginginkan dirimu

Harusnya aku percaya akan kekuatan cinta yang dapat menyatukan segalanya, tapi soal status seseorang itu sulit. Kekuatan materi mengalahkan segalanya titik tanpa koma! Selama ini aku selalu kalah dalam pertarungan material, tapi percayalah aku berusaha agar suatu saat aku dapat menghalalkan dirimu.

Aku dilahirkan sebagai seorang laki-laki, mentalku tak boleh goyangDibahu ini segala beban dipikul, jika hanya segini saja aku sudah menyerah aku tak pantas disebut laki-laki. Aku harus jadi lebih dewasa, jadi lebih tangguh, jadi lebih kuat.

Sebagaimana pun akhir ceritanya, meski berakhir luka setidaknya aku sudah berusaha dengan baik.  Dan pastinya aku percaya segala sesuatu yang disatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Aku pegang janji sang penciptaku.

Jika memang cinta! Sejauh apapun pelarianmu. Rasa tidak ikut. Dia tetap tertinggal. Ditempat yang sama, di waktu yang sama. Pastinya HATI juga tau kepada siapa dia harus pulang.

Dia akan terus kembali seperti kutuk yang diturunkan dari langit, menghantui setiap tidur dan membayangi langkahmu. Maka berdamailah dengan dirimu.

Semakin aku berlari semakin terasa bayangan dirimu yang selalu mengikuti kemana langkah kaki ini melangkah. Jika 90% orang dinyatakan menikah dengan orang yang tak begitu mereka cintai, berusahalah agar kau menjadi salah satu dari 10% orang yang menikah dengan orang yang benar-benar kau cintai.

Aku akhiri Pelarian Tak Berujung ini, semakin berlari dia hanya akan seperti bayangan yang selalu mengikuti kemana langkah kaki itu melangkah. ini bukan sebuah kebetulan ini tanda dari Tuhan.

Kelvin Junior,
29-07-2018

Baca juga :

No comments

Powered by Blogger.